Kecanduan Smartphone Sebabkan Ketidakseimbangan Otak pada Remaja

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 06 Dec 2017 11:54 WIB
psikologi
Kecanduan Smartphone Sebabkan Ketidakseimbangan Otak pada Remaja
Remaja yang tertekan ditemukan memiliki tingkat kimiawi yang lebih tinggi yang memerlambat aktivitas otak ketimbang kelompok yang tidak kecanduan. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Generasi millennial yang acap kali tak bisa lepas dari penggunan smartphone patut merasa khawatir. Pasalnya, berdasarkan penelitian kecil namun provokatif di Korea Selatan, diketahui bahwa remaja yang kecanduan smartphone mengalami ketidakseimbangan otak.

Periset di Korea Selatan menggunakan spektroskopi resonansi magnetik, sebuah pemindaian untuk mengukur perubahan biokimia di otak untuk melihat ke dalam kepala subjek. Mereka menemukan bahwa kimia otak remaja yang kecanduan smartphone dan internet berbeda dari teman sebayanya.

Ketergantungan ditentukan melalui kuesioner tentang penggunaan internet dan smartphone dan rutinitas kehidupan sosial sehari-hari, produktivitas, pola tidur, dan perasaan. 


(Remaja yang tertekan ditemukan memiliki tingkat kimiawi yang lebih tinggi yang memerlambat aktivitas otak ketimbang kelompok yang tidak kecanduan. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Tips Sederhana Mengatasi Kecanduan Smartphone)

"Semakin tinggi skor, semakin parah kecanduannya," kata pemimpin studi Hyung Suk Seo, M.D., profesor neuroradiologi di Korea University, Seoul.

Penelitian melibatkan 38 partisipan remaja, dibagi rata antara pecandu dan subyek sehat. Remaja yang tertekan ditemukan memiliki tingkat kimiawi yang lebih tinggi yang memerlambat aktivitas otak ketimbang kelompok yang tidak kecanduan.

Seo melaporkan bahwa remaja yang kecanduan memiliki skor depresi, kegelisahan, insomnia, dan impulsivitas yang jauh lebih tinggi secara signifikan. Berdasarkan paparan yang disampaikan, Masyarakat Radiologi di Amerika Utara pun menilai adanya ketidakseimbangan otak karena kecanduan smartphone adalah benar.









(TIN)