Beda Jenis Alkohol, Beda Pula Efek Sampingnya

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 23 Nov 2017 07:30 WIB
studi kesehatan
Beda Jenis Alkohol, Beda Pula Efek Sampingnya
Berbeda jenis alkohol, maka akan berbeda pula efeknya pada tubuh. (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa berbeda jenis alkohol, maka akan berbeda pula efeknya pada tubuh. Misalnya, anggur membuat tubuh lebih rileks setelah seharian bekerja, sementara spirit membuat seseorang merasa lebih seksi dan percaya diri.

Para peneliti dari Inggris menggunakan data pada hampir 30 ribu peminum yang didapatkan dari Global Drug Survey, sebuah jajak pendapat internasional tentang kebiasaan menggunakan narkoba dan alkohol di seluruh dunia.

Spirit seperti vodka, gin, whiskey, dan jenis alkohol berat lainnya berhubungan dengan perasaan yang kuat. Jenis minuman ini cenderung membawa perasaan negatif seperti agresi (30 persen), gelisah (28 persen), kesedihan, hingga menangis (22 persen). Meski demikian, spririt juga memacu beberapa emosi positif, termasuk merasa berenergi (58 persen), percaya diri (59 persen), dan seksi (42 persen).

Orang yang minum anggur merah dan bir, di sisi lain, cenderung merasa lebih rileks. Hampir 53 persen orang mengatakan bahwa mereka merasa santai setelah minum anggur, dan hampir 50 persen merasakan hal serupa setelah minum bir. Anggur merah, lebih banyak dari anggur putih atau jenis alkohol lainnya, paling sering dikaitkan dengan kelelahan, membuat 60 persen peminum merasa lelah.

Menurut para peneliti, jenis minuman tersebut kemungkinan berkaitan dengan emosi yang berbeda karena variasi dalam presentase alkohol, bahan dan jumlah yang biasanya dikonsumsi. Selain itu, iklan dan implikasi budaya juga turut berperan.

Semua emosi yang diteliti lebih sering terjadi pada kalangan peminum wanita daripada peminum pria, kecuali agresi.

Peminum berusia 18-24 tahun juga mengaku merasakan banyak emosi, baik positif maupun negatif, setelah mengonsumsi alkohol. Tanggapannya juga agak bervariasi menurut wilayah geografis dan status sosial ekonomi.

Temuan yang dipublikasi dalam British Medical Journal tersebut juga menunjukkan bahwa, terlepas sadar atau tidak, orang cenderung memilih minuman mereka berdasarkan keadaan emosional mereka atau bagaimana mereka mengharapkan minuman tertentu membuat mereka merasakan sesuatu.

"Temuan ini menunjukkan bahwa individu secara tidak sengaja memilih minuman yang diketahui menghasilkan emosi negatif karena mereka menginginkan emosi positif yang menyertainya," demikian menurut para peneliti.

Temuan tersebut juga membuktikan bahwa mereka yang mengalami ketergantungan alkohol merasa kebiasaan tersebut sebagai mekanisme penanganan, bukan kesenangan.





(DEV)