Ini Perubahan-perubahan Payudara Wanita

Torie Natalova    •    Kamis, 22 Mar 2018 09:04 WIB
kesehatan
Ini Perubahan-perubahan Payudara Wanita
Payudara setelah menyusui, otot dan jaringan ikatnya yang bertanggungjawab bisa lelah atau mungkin tidak sekuat sebelum kehamilan atau sebelum menyusui. (Foto: Alexander Dummer/Unsplash,com)

Jakarta: Payudara merupakan salah satu bagian tubuh yang penting bagi seorang wanita. Namun, ukuran payudara bisa jadi masalah tersendiri bagi masing-masing wanita.

Setiap tubuh manusia berbeda-beda, termasuk ukuran payudara wanita yang tidak sama satu sama lain. Para wanita sebaiknya mengetahui beberapa perubahan payudara yang umum terjadi.

1. Masa remaja
Kebanyakan wanita mengalami pertumbuhan payudara di usia 8-13 tahun. Ketika orang mengalami pubertas, yang akan diperhatikan adalah bagian aerola membesar. Ini adalah pertanda Anda harus menggunakan bra tipis hanya agar bagian puting tidak menonjol keluar. Sebuah bentuk seperti kuncup payudara berkembang di bawah aerola atau seperti sedikit bengkak di bawah puting. Ini adalah awal dari payudara dewasa Anda.

2. Pascapubertas
Di masa ini payudara akan terus tumbuh. Tapi, pada saat usia 18-20 tahun, payudara biasanya mencapai puncak sepenuhnya berkembang atau selesai tumbuh. Tapi, perubahan hormonal dan berat badan bisa mempengaruhi ukuran payudara. Jaringan ikat lemak dan fibrosa adalah dua hal utama yang mempengaruhi bentuk dan ukuran payudara.


(Kebanyakan wanita mengalami pertumbuhan payudara di usia 8-13 tahun. Ketika orang mengalami pubertas, yang akan diperhatikan adalah bagian aerola membesar. Foto: Matheus Ferrero/Unsplash.com)

3. Hamil
Saat hamil, payudara akan mengalami beberapa perubahan, tidak peduli berapa usia Anda saat itu. Payudara akan membesar secara signifikan. Pada dasarnya, payudara seorang yang hamil menjadi lembut saat disentuh, sangat penuh sehingga terlihat padat. Perubahan ini terutama terjadi pada tahap awal kehamilan, atau trimester pertama. Pigmentasi areola dan putih mungkin akan menghitam sedikit tapi akan hilang setelah kehamilan berakhir.

(Baca juga: Benarkah Implan Payudara Bantu Kepuasan Wanita di Ranjang?)

4. Setelah hamil
Jika Anda tidak menyusui, ada beberapa hal yang mungkin berubah pada payudara setelah kehamilan. Beberapa orang merasa payudaranya kembali ke bentuk yang sama seperti sebelum hamil, tapi banyak juga yang mengungkapkan ukuran payudaranya lebih kecil, kurang padat atau lebih penuh ke bagian bawah payudara.

Jika Anda menyusui, payudara akan padat karena dipenuhi dengan susu sehingga akan bertambah besar bahkan melebihi dari ukuran saat masa kehamilan. Ini akan terus terjadi selama Anda memilih untuk menyusui.

5. Setelah menyusi
Payudara akan menjadi kurang padat atau penuh karena kosongnya susu dari payudara. Hal lain adalah bahwa semua otot kecil yang menopang payudara Anda telah bekerja keras untuk waktu yang lama. Otot dan jaringan ikat yang bertanggungjawab bisa lelah atau mungkin tidak sekuat sebelum kehamilan atau sebelum menyusui.

Tentu saja ini berbeda pada setiap wanita. Sebagian merasa payudara kembali ke ukuran yang sama seperti sebelum hamil. Sedangkan sebagian merasa kurang kenyal atau padat. Beberapa juga merasa payudara lebih kendur setelah menyusui.


(Setiap tubuh manusia berbeda-beda, termasuk ukuran payudara wanita yang tidak sama satu sama lain. Foto: Clarke Sanders/Unsplash.com)

6. Pre menopause
Payudara akan menunjukkan efek gravitasi di usia memasuki 40 tahun. Kulit kehilangan elastisitas seiring bertambahnya usia, jadi payudara bisa kendur atau menurun. Payudara juga akan menjadi lebih berlemak sehingga Anda akan mulai merasa kurang padat di usia 40 tahun.

7. Pascamenopause
Tingkat estrogen rendah ketika orang memasuki usia 50-60 tahunan dan Anda mungkin akan tidak mengalami haid lagi. Beberapa wanita justru melihat adanya peningkatan ukuran payudara setelah menopause. Peningkatan itu bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti penambahan berat badan secara umum di seluruh tubuh, peningkatan retensi air dan perubahan kadar hormon.








(TIN)