Benarkah Nutrisi Salmon Hasil Budidaya Tak Sebaik Salmon Liar?

Raka Lestari    •    Kamis, 26 Oct 2017 12:47 WIB
tips & trik
Benarkah Nutrisi Salmon Hasil Budidaya Tak Sebaik Salmon Liar?
Salmon merupakan sumber omega-3 terbaik (Foto: Women's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salmon merupakan sumber omega-3 terbaik yang dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan jantung, otak, dan mengurangi risiko depresi. Namun, ada anggapan salmon hasil budidaya tidak sebaik salmon yang hidup di alam liar. Benarkah hal tersebut?

Menurut Seafood Health Facts, sebanyak dua pertiga salmon yang dikonsumsi di Amerika Serikat adalah hasil perkembangbiakkan dan diimpor dari Norwegia, Chile dan Kanada. Sepertiga lainnya adalah salmon yang hidup di alam liar yang ditangkap oleh para nelayan. Beberapa jenis salmon liar bisa ditemukan di kawasan Pasifik, seperti jenis sockeye, coho, dan king yang memiliki daging warna pink tua atau merah. Sedangkan kebanyakan salmon di Atlantik umumnya sudah dibudidayakan.

Menurut Amy Gorin, R.D.N., seorang ahli diet dari New Jersey, salmon yang hidup di alam liar lebih bernutrisi. Menurut USDA, satu porsi yang berisi tiga ons salmon coho yang ditangkap secara liar mengandung sekitar 124 kalori, 18 gram protein, dan 5 gram lemak. Sementara satu porsi yang berisi tiga ons salmon salmon yang sengaja dibudidayakan mengandung 177 kalori, 17 gram protein, dan 11 gram lemak.

"Salmon liar cenderung memiliki sedikit lemak dan lebih tinggi protein, mungkin karena apa yang mereka makan seperti ikan atau plankton dan mereka bergerak lebih banyak dibandingkan ikan salmon yang dibudidayakan," kata Gorin.

Dan terkadang salmon yang dibudidayakan kebanyakan mengandung lebih sedikit omega 3 daripada salmon yang ditangkap dari alam liar, ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa kualitas omega 3 pada salmon yang dibudidayakan tidak setinggi salmon liar.

Menurut Gorin juga, salmon yang dibudidayakan biasanya lebih banyak makan ikan yang sudah tidak segar dan mungkin mengandung lebih banyak zat pencemar yang disebut PCB atau polychlorinated biphenyls.

American Heart Association menyarankan mengonsumsi ikan 2 kali setiap minggunya. Sebisa mungkin pilihlah salmon yang berasal dari alam liar jika memungkinkan.

 


(DEV)