Mencium Aroma Pasangan Membuat Perasaan Lebih Baik?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 09 Jan 2018 18:23 WIB
romansapsikologi
Mencium Aroma Pasangan Membuat Perasaan Lebih Baik?
"Penemuan kami menunjukkan bahwa aroma pasangan, bahkan tanpa kehadiran fisik, dapat menjadi alat yang kuat untuk membantu mengurangi stres," ucap peneliti studi Marlise Hofer. (Foto: Priscilla Du Preez/Unsplash.com)

Jakarta: Ada berbagai cara untuk menurunkan stres. Bagi Anda yang berpasangan, mencium kaus pasangan dapat membantu mengurangi tingkat stres. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita merasa lebih tenang ketika mengendus bau pasangan yang tertinggal di dalam kaus. 

"Banyak orang mengenakan kaus pasangan mereka saat pasangan tak di sebelah mereka, namun tak menyadari mengapa melakukan kebiasaan tersebut," tukas pemimpin studi Marlise Hofer dari University of British Columbia di Kanada. 

"Penemuan kami menunjukkan bahwa aroma pasangan, bahkan tanpa kehadiran fisik, dapat menjadi alat yang kuat untuk membantu mengurangi stres," tambahnya. 

Sebaliknya, terpapar aroma orang asing dapat memberi efek berlawanan dan meningkatkan hormon stres kortisol karena faktor evolusioner.

"Sejak usia muda, manusia takut pada orang asing, terutama pria sehingga wajar jika aroma pria asing memicu respons waspada yang meningkatkan kortisol. Ini dapat terjadi tanpa kita sadari," ujarnya. 


("Penemuan kami menunjukkan bahwa aroma pasangan, bahkan tanpa kehadiran fisik, dapat menjadi alat yang kuat untuk membantu mengurangi stres," ucap peneliti studi Marlise Hofer. Foto: Alex Holyoake/Unsplash.com)

(Baca juga: Situs Kencan di New York Carikan Jodoh Lewat Bau Badan)

Penelitian ini dapat memiliki implikasi praktis untuk membantu orang mengatasi situasi stres saat mereka jauh dari orang yang dicintai.

Untuk penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology tersebut, tim merekrut 96 pasangan heteroseksual. Para pria diberikan kaus bersih untuk digunakan selama 24 jam tanpa menggunakan deodoran yang dapat mempengaruhi aroma mereka. 

Sementara, para wanita secara acak diminta untuk mengenali bau kaus, apakah punya orang lain atau pasangan mereka. 

Para wanita yang mencium kaus pasangan merasakan penurun stres. Mereka yang mencium kaus pasangan dan benar dalam mengidentifikasi wangi pasangan memiliki tingkat kortisol lebih rendah, sementara wanita yang mencium aroma pria asing merasakan sebaliknya. 










(TIN)