Olahraga Saat Kecil Perkecil Risiko Obesitas Saat Dewasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 03 Aug 2017 11:58 WIB
kesehatan
Olahraga Saat Kecil Perkecil Risiko Obesitas Saat Dewasa
(Foto: Swimming Pool)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukam bahwa olahraga sejak kecil dan remaja dapat menghalangi efek kerusakan dalam tubuh akibat pola makan tinggi lemak seperti obesitas.

Studi yang menguji coba tikus tersebut menemukan bahwa tulang memiliki kapasitas untuk menyimpan "memori'' dalam jangka panjang pada efek tersebut meskipun sudah tak berolahraga. Memori tulang tersebut kemudian terus mengubah cara tubuh memetabolisme pola makan tinggi lemak.

"Yang luar biasa di sini adalah perubahan uang bertahan lama setelah tikus berhenti melakukan olahraga tambahan di usia paruh baya," ujar Justin O’Sullivan, seorang ahli genetik molekuler dari University of Auckland, Selandia Baru.

Ia menambahkan, sumsum tulang tersebut membawa memori dari efek olahraga. Tikus memang menggendut, namun olahraga di usia dini pada dasarnya mempersiapkan dimana meskipun berat badan mereka bertambah, efek negatif yang dirasakan tidak seperti pola makan tinggi lemak biasa.

Selanjutnya, studi tersebut juga menekankan bahwa masa anak-anak dan remaja adalah periode dari perkembangan tulang yang cepat dan olahraga pada masa tersebut dapat memastikan masa dewasa yang sehat.

"Jika Anda mencapai massa tulang optimal di usia awal, kemungkinan mengalami patah tulang atau masalah tulang di masa dewasa akan lebih kecil," jelas Elwyn Firth, professor dari Liggins Institute.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Physiology tersebut membandingkan kesehatan tulang dan metabolisme pada tikus yang diberikan pola makan dan kondisi olahraga yang berbeda, membidik molekul pengirim yang mengirimkan aktivitas gen di sumsum tulang.

Hasilnya, tikus denga  pola makan tinggi lemak dan berolahraga roda dengan aktivitas fisik tambahan lebih dini membuat risiko peradangan yang berhubungan dengan gen menurun.

Selain itu, olahraga juga dapat mengubah cara tulang memetabolisme energi dari makanan pada tikus, mengubah jalan energi yang dapat menganggu respons tubuh pada pola makan tinggi kalori.




(DEV)