Kebanyakan Tidur di Akhir Pekan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 06 Jun 2017 11:55 WIB
tips kesehatan
Kebanyakan Tidur di Akhir Pekan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
(Foto: Jtawellness)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda tipikal yang senang melampiaskan istirahat di akhir pekan dengan tidur lebih lama dari biasanya? Jika iya, berhati-hatilah karena bisa jadi Anda akan mengalami jet lag sosial yang dapat mengarah ke peningkatan risiko penyakit jantung.

Sebuah penelitian menemukan bahwa setiap jam dari jet lag sosial dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 11 persen. Jet lag sosial terjadi ketika seseorang tidur dalam durasi yang lebih lama di akhir pekan dibandingkan hari biasa. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kesehatan dan suasana hati memburuk, mengantuk, dan pusing.

"Hasil penelitian ini mengindikasi bahwa keteraturan tidur, di luar durasinya, memiliki peran penting dalam kesehatan kita," ujat pemimpin studi Sierra B. Forbush dari  University of Arizona, Amerika Serikat.

Ia melanjutkan, jadwal tidur rutin akan menjadi pengobatan pencegahan yang efektif, relatif sederhana, dan murah untuk penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Rekomendasi American Academy of Sleep Medicine menyebutkan bahwa orang dewasa disarankan tidur tujuh jam atau lebih per malam secara rutin untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep tersebut menganalisa respon dari survei yang dilakukan pada 984 orang dewasa berusia 22-60 tahun. Penghitungan jet leg sosial dilakukan dengan melihat kuesioner waktu tidur dan dikalkulasikan dengan mengurangkan hari kerja dari titik tengah tidur akhir pekan.

Laporan mandiri tersebut menggunakan skala yang telah distandarisasi dan menanyakan beberapa hal seputar durasi tidur, insomnia, penyakit kardiovaskular, kelelahan, dan kantuk.


(DEV)