Konsumsi Garam Berlebih Meningkatkan Rasa Lapar

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 20 Apr 2017 16:44 WIB
studi kesehatan
Konsumsi Garam Berlebih Meningkatkan Rasa Lapar
(Foto: Reader Diggest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa pola makan asin dapat membuat konsumsi air putih berkurang, tetapi justru meningkatkan rasa lapar.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation tersebut berdasarakan pada sebuah penelitian misi simulasi ke Planet Mars. Kosmonut yang mengkonsumsi lebih banyak garam daripada air tidak merasa haus tetapi membutuhkan lebih banyak energi.

Studi yang dipimpin oleh Natalia Rakova dari Max-Delbrueck Centre for Molecular Medicine, Berlin di Jerman tersebut membagi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 relawan pria yang dikirim ke ruang angkasa tiruan untuk simulasi ke Mars.

Kelompok pertama diberi waktu 105 hari dan kelompok kedua sebanyak 205 hari. Mereka memiliki pola makan yang identik dan pada beberapa minggu diberi tiga asupan garam yang berbeda dalam makanan mereka.

Hasilnya, konsumsi garam yang banyak menyebabkan urine turut tinggi garam dimana hal tersebut meningkatkan kuantitas urine secara keseluruhan.

Namun, penyebab intensitas berkemih lebih besar bukanlah karena banyaknya asupan air dalam tubuh, namun karena konsumsi garam yang banyak. Garam justru memicu mekanisme ginjal untuk menghemat air.

"Mekanisme konservasi ekskresi air dari pola makan tinggi garam pada umumnya bergantung pada sistem daur ulang urea yang dilakukan oleh ginjal dan pada produksi urea oleh hati dan otot skeletal," ujarnya.

Sebelum penelitian dilakukan, para peneliti berhipotesa bahwa ion natrium dan klorida dalam garam menyambar molekul air dan menyeretnya ke dalam urine.

Namun, hasil penelitian justru menunjukkan hal yang berbeda dimana garam tetap terdapat dalam air urine, sementara air kembali pada ginjal dan tubuh.


(DEV)