Obesitas Tingkatkan Risiko 8 Jenis Kanker

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 26 Aug 2016 17:27 WIB
obesitas
Obesitas Tingkatkan Risiko 8 Jenis Kanker
Obesitas Tingkatkan Risiko 8 Jenis Kanker (Foto: reuters)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjaga berat badan ternyata dapat membantu mengurangi risiko pada beberapa jenis kanker.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine yang telah melihat pada 1.000 studi yang mengungkapkan bahwa kelebihan berat badan berhubungan dengan delapan jenis kanker, yaitu perut, hati, kantong empedu, pankreas, ovarium, tumor otak meningioma, kanker tiroid, dan myeloma.

Penelitian yang dilakukan tahun 2002 oleh tim yang sama dengan pemimpin Dr. Graham Colditz, di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menarik hubungan antara kelebihan berat badan dengan risiko yang lebih tinggi pada jenis kanker usus besar, esofagus , ginjal, payudara dan rahim.

"Beban kanker karena kelebihan berat badan atau obesitas lebih luas daripada apa yang telah diasumsikan," Colditz, wakil direktur untuk Institute for Public Health di Washington University School of Medicine di St Louis, mengatakan dalam sebuah rilis berita.

Ia menambahkan, banyak jenis kanker yang baru teridentifikasi karena kelebihan berat badan, namun masyarakat belum terlalu menyadarinya.

Meskipun beberapa studi sebelumnya telah menemukan obesitas dapat meningkatkan peluang mengembangkan masalah kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung, yang juga dapat meningkatkan risiko kematian dini, penulis penelitian mencatat kelebihan berat badan dapat secara khusus mendorong pertumbuhan kanker dengan menimbulkan peradangan.

Obesitas dapat mengakibatkan kelebihan produksi estrogen, testosteron dan insulin, yang selanjutnya dapat memicu perkembangan kanker.

Para peneliti mengamati bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI) seseorang, semakin besar risiko terkena kanker. Menurut National Institutes of Health, BMI yang normal untuk pria dan wanita dewasa adalah antara 18,5 dan 24,9. Sementara, kegemukan terjadi bila angka BMI antara 25-29,9 dan BMI 30 atau lebih tinggi menunjukkan obesitas.

Dalam penelitian ini, risiko kanker karena jumlah BMI berlebih tidak menunjukkan perbedaan efek pada gender dan tetap konsisten di seluruh Amerika Utara, Eropa, Asia dan Timur Tengah saat data yang tersedia, menurut rilis.

"Faktor gaya hidup seperti diet yang sehat, menjaga berat badan yang sehat dan berolahraga, selain tidak merokok, dapat memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi risiko kanker," kata Colditz dalam rilisnya.

Menurutnya, upaya kesehatan masyarakat untuk memerangi kanker harus fokus pada hal-hal yang yang bisa mereka kontrol.

Bagi orang-orang yang mengalami kesulitan menurunkan berat badan, menghindari kenaikan berat badan lebih mungkin membantu.

"Sejumlah penduduk Amerika Serikat dan dunia mengalami kelebihan berat badan. Ini adalah suatu panggilan untuk lebih serius dalam hal pola makan," kata Colditz dalam rilisnya.


(ELG)