Obat Batuk Kodein Tidak Aman untuk Anak-Anak?

Torie Natalova    •    Senin, 03 Oct 2016 17:45 WIB
obat batuk
Obat Batuk Kodein Tidak Aman untuk Anak-Anak?
Teliti lagi sebelum Anda memberikan obat pada si kecil. (Foto: Huffingtonpost)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para orangtua dan dokter dihimbau untuk tidak memberikan resep obat yang mengandung kodein untuk anak-anak dengan usia di bawah 18 tahun. Himbauan ini dikeluarkan oleh The American Academy of Pediatrics (AAP) setelah melakukan sebuah penelitian terkait dampak kodein pada anak.

Kodein biasanya terdapat dalam sirup obat batuk dan penghilang rasa sakit untuk anak. Kodein adalah sejenis obat golongan opiat atau opioid yang digunakan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat, batuk, diare dan iritasi usus.

Kodein sendiri adalah prodrug yang berarti memerlukan bantuan tubuh untuk aktif. Peneliti menemukan kodein berkaitan dengan reaksi pernapasan langka yang bisa berakibat fatal pada anak-anak. 

Menurut salah satu penulis studi, Dr. Joseph Tobias, orang-orang memiliki kesalahpahaman tentang kodein yang berpikir bahwa bahan tersebut lebih aman dibanding opioid lainnya. Studi terbaru ini juga menyoroti data dari Food and Drug Administration (FDA) terkait efek samping dari kodein dan obat acetaminophen.

Efek samping
Efek samping yang dilaporkan ke FDA termasuk 64 kasus depresi pernapasan parah dan 24 kodein berakibat kematian, dimana 21 dari kasus tersebut terjadi pada anak di bawah 12 tahun.

(Baca juga: Bahaya Memberi Obat Orang Dewasa untuk Anak)

Saat meminum obat dengan kodein, enzim dalam hati atau liver mengubah kodein menjadi morfin-derivative untuk mengurangi rasa sakit. Namun, menurut Dokter Anak Rebecca Rosenberg, dari NYU Langone Medical Center, reaksi obat pada setiap orang berbeda-beda.

Bagi sebagian orang, enzim bisa terlalu aktif dan menciptakan terlalu banyak morfin-derivatif. Kondisi ini secara perlahan dapat memperlambat pernapasan dan fungsi pernapasan yang bisa menyebabkan kematian.

Sementara, pada sebagian orang yang tidak menghasilkan cukup enzim, mereka tidak merasakan efek apapun dari kodein dalam tubuh. 

Anak-anak secara khusus masih belum mampu memetabolisme kodein dibanding orang dewasa, karena enzim mereka masih mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Sebenarnya, ada banyak obat selain kodein untuk meredakan sakit.

Karenanya, orangtua dan dokter didorong untuk memilih obat yang mengandung bahan selain kodein seperti Motrin, Tylenol dan Ibuprofen sebagai gantinya.



(TIN)