Spesialisasi Olahraga di Usia Dini Tingkatkan Risiko Cedera

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 30 Sep 2016 18:00 WIB
olahraga
Spesialisasi Olahraga di Usia Dini Tingkatkan Risiko Cedera
Jika Anda hanya bermain satu olahraga saja secara terus-menerus, maka otot, tendon, dan ligamen yang sama akan ditekan terus-menerus sehingga menyebabkan cedera. (Foto: Wearescl)

Metrotvnews.com, Jakarta: Laporan klinis American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa memfokuskan anak pada satu jenis olahraga saja selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko cedera dan burnout (kelelahan).

Penulis dokumen pedoman, Dr. Joel S. Brenner dan penasihat APP di bidang Obat-obatan Olahraga dan Fitness, menyarankan para dokter anak dan orangtua untuk mengingat bahwa fokus utama para atlet muda haruslah menyenangkan dan menjadi aktivitas fisik yang bisa dilakukan sepanjang hidup. Sementara itu, melakukan beberapa jenis olahraga, setidaknya hingga pubertas, dapat mengurangi tingkat cedera, stres, dan burnout.

"Seperti mereka catat, spesialisasi dini tidak terlalu diperlukan dan dibutuhkan dalam hal pengembangan sosial, emosional, dan fisik," ujar Shane V. Caswell, profesor pelatihan fisik di George Mason University di Manassas, Virginia, yang tidak terlibat dalam studi.

(Baca juga: Manfaat Olahraga di Pagi Hari)

Anak yang sudah memiliki satu olahraga spesialisasi seharusnya mendiskusikan tujuan mereka pada orangtua atau pelatih, demikian menurut pernyataan pedoman dalam Pediatrics. Mereka harus menghabiskan waktu setidaknya tiga bulan dalam setahun dan satu atau dua hari dalam seminggu untuk rehab dari olahraga tersebut, pemulihan pada fisik dan psikis.

Atlet muda yang berlatih secara intensif harus dimonitor secara cermat dalam hal perkembangan fisik dan psikis serta status nutrisinya.

Kenali Anak Anda Dengan Beragam Olahraga
"Artikel ini menggarisbawahi sisi gelap pada olahraga di masa muda, cedera berlebih yang dialami anak jelas berlebihan," ujar Dr. Avery Faigenbaum, profesor di The College of New Jersey, yang meneliti intervensi olahraga di sekolah umum.

Dalam dekade ini, anak-anak mulai difokuskan pada satu olahraga untuk membentuk karir profesional. Namun, Faigenbaum mengungkapkan, bahwa olahraga yang beragam justru akan membuat mereka lebih sukses dan senang dengan olahraga.

Menurutnya, olahraga seharusnya menyenangkan, membantu anak-anak dalam berteman dan mempelajari bakat baru. Spesialisasi terlalu dini dapat menurunkan kreativitas.

"Jika Anda hanya bermain baseball, dan berbakat dalam baseball, maka otot, tendon, dan ligamen yang sama akan ditekan terus-menerus sehingga menyebabkan cedera karena dipakai berlebihan. Padahal itu bisa dihindari," ujar Faigenbaum.

Hal itu mandakan latihan yang buruk karena anak melakukan terlalu banyak tanpa diimbangi istirahat yang cukup. "Hal ini bisa dihindari jika kita menyewa pelatih dan mengenalkan beberapa olahraga untuk membangun fondasi seperti atletik," tutupnya. 





(TIN)