Studi: Orang Gemuk Cenderung Lebih Bahagia

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 04 Jan 2018 06:00 WIB
studi kesehatan
Studi: Orang Gemuk Cenderung Lebih Bahagia
Pola makan seseorang dapat berpengaruh pada keadaan mental mereka. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan cenderung lebih bahagia. Memiliki bobot berlebih umumnya dihubungkan dengan beberapa risiko kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. 

Namun, sebuah studi menemukan bahwa mereka yang dikategorikan gendut justru memiliki kehidupan yang lebih bahagia. 

Penelitian yang dipublikasi dalam International Journal of Epidemiology tersebut menganalisis bagaimana mereka dapat menggunakan PHESANT (PHEnome Scan ANalysis Tool) untuk melakukan pemindaian fenom otomatis di Biobank Inggris.


(Pola makan seseorang dapat berpengaruh pada keadaan mental mereka. Foto: Pixabay.xom)

Biobank adalah database yang berisi data genetik dari 500 ribu pria dan wanita di Inggris dari usia 37 sampai 73 tahun.

Selama investigasi, penelitian yang dipimpin oleh Louise Millard dan George Davey Smith dari University of Bristol tersebut menyimpulkan adanya hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) dengan kesehatan. Orang dengan BMI tinggi cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi, menderita diabetes, dan mengalami pubertas lebih dini. 

Namun, mereka juga menemukan bahwa mereka yang kelebihan berat badan memiliki pemikiran yang lebih tenang saat menghadapi momen menegangkan. 

"Kami juga menemukan sejumlah asosiasi penyebab yang sebelumnya tidak diketahui. Misalnya, partisipan yang memiliki kecenderungan genetik dengan BMI lebih tinggi tidak merasa gugup atau tegang."

(Baca juga: Operasi Bariatrik untuk Penderita Obesitas)


(Sebuah studi menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan cenderung lebih bahagia. Foto: Pixabay.com)

Dasha Nicholls, kepala fakultas gangguan makan di Royal College of Psychiatrists, menjelaskan bagaimana pola makan seseorang dapat berpengaruh pada keadaan mental mereka.

"Kami tahu bahwa jika seseorang mengalami gangguan gizi maka akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengatur emosi mereka," katanya kepada The Times.

"Hal ini tak mengejutkan, artinya akan ada hubungan langsung. Namun hasil penelitian ini menarik."

Menurut NHS, sebanyak 58 persen wanita dan 65 persen pria digolongkan sebagai obesitas di Inggris, dengan peningkatan prevalensi obesitas di Inggris dari 15 persen pada tahun 1993 menjadi 26 persen pada tahun 2014.










(TIN)