Mandi Sauna Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 06 Oct 2017 11:54 WIB
kesehatanstudi kesehatan
Mandi Sauna Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Mandi sauna rutin dapat meningkatkan fungsi endothelial, yaitu fungsi lapisan dalam pembuluh darah, yang memberi efek menguntungkan pada tekanan darah sistemik. (Foto: Trendhunter.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa mandi sauna 4-7 kali seminggu dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi. 

Sebelumnya, terdapat beberapa penelitian menemukan bahwa sering mandi sauna dapat mengurangi risiko kematian kardiak mendadak, gangguan kardiovaskular, dan berbagai penyebab kematian secara umum. 

Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor terbesar munculnya penyakit kardiovaskular. 



Menurut para peneliti dari University of Eastern di Finlandia tersebut, mandi sauna dapat dimasukkan dalam mekanisme perlindungan pada tekanan darah. Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension tersebut melibatkan 1.621 pria berusia paruh baya di Finlandia, baik yang mengalami hipertensi atau tidak. 

Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan kebiasaan sauna: mandi sekali seminggu, mandi 2-3 kali seminggu, dan 4-7 kali seminggu. 

(Baca juga: Sauna Dapat Membuat Otak Anda Lebih Sehat)

Selama 22 tahun percobaan, sebanyak 15,5 persen pria terkena hipertensi secara klinis. Sementara, risiko hipertensi menurun sebesar 24 persen pada pria yang mandi sauna 2-3 kali seminggu dan 46 persen pada mereka yang mandi sauna 4-7 kali seminggu. 



Mandi sauna dapat menurunkan tekanan darah sistemik dengan mekanisme biologis yang  berbeda. Selama proses tersebut, suhu tubuh naik hingga 2 derajat Celcius sehingga menyebabkan pelebaran pembuluh darah. 

Mandi sauna rutin dapat meningkatkan fungsi endothelial, yaitu fungsi lapisan dalam pembuluh darah, yang memberi efek menguntungkan pada tekanan darah sistemik. Mandi sauna juga dapat membuat tubuh dan pikiran lebih santai. 

Berkeringat, di sisi lain, menghilangkan cairan dalam tubuh dimana hal tersbeut turut berkontribuasi pada penurunan kadar tekanan darah. 











(TIN)