Ketika si Kecil Mengalami Sakit Mata

Yatin Suleha    •    Rabu, 09 Nov 2016 12:21 WIB
kesehatan anak
Ketika si Kecil Mengalami Sakit Mata
Musim panas antara April-November. Di musim ini bakteri yang menginfeksi cenderung berkurang. (Foto: Healthwellmobile)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagai orangtua Anda tentu menginginkan semua yang terbaik bagi si kecil. Termasuk saat ia sakit, rasa ingin melihatnya segera sembuh sangat besar.

Salah satu penyakit yang ingin segera Anda tuntaskan dari si kecil adalah sakit mata, atau dikenal dengan nama konjungtivitis. Saat terserang penyakit ini, sebaiknya si kecil tidak pergi ke sekolah dulu. Penyakit ini benar-benar menular. 

Namun, ada kalanya dokter tidak memberikan antibiotik dalam kasus ini. Wendy Sue Swanson, MD, MBE, FAAP, penulis dari Mama Doc Medicine: Finding Calm and Confidence in Parenting, Child Health, and Work-Life Balance memaparkan bahwa 50 persen infeksi dapat disebabkan oleh virus, dan tidak memerlukan obat tetes antibiotik. 

(Baca juga: Perdebatan Orangtua Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak)

"Dokter membuat keputusan berdasarkan informasi yang Anda berikan, gejala lain (pilek, batuk, demam, sakit telinga), dan durasi gejala tersebut," jelas Wendy. Wendy juga menegaskan bahwa, "Kami benci memberikan antibiotik jika anak benar-benar tidak membutuhkannya."

Beberapa hal di bawah ini merupakan alasan si kecil yang sakit mata tidak diberikan antibiotik:

1. Anak Anda berusia lebih dari enam tahun.

2. Musim panas antara April-November. Di musim ini bakteri yang menginfeksi cenderung berkurang.

3. Mata si kecil hanya berwarna merah muda, tapi hanya ada kotoran berair (tidak berwarna kuning dan lengket atau sesuatu yang hijau).

4. Mata si kecil tidak terpaku dan tertutup saat bangun tidur. Jika ia bangun dan matanya tertutup, segera hubungi dokter.





(TIN)