Bolehkah Penderita Diabetes Makan Nasi?

Nia Deviyana    •    Selasa, 22 Nov 2016 19:46 WIB
diabetes
Bolehkah Penderita Diabetes Makan Nasi?
(Foto: Medicalnewstoday)

Metrotvnews.com, Jakarta: Diet memainkan peran penting untuk kesehatan, terutama untuk penderita diabetes. Banyak anggapan bahwa penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti nasi. Benar atau salah?

Diabetes melitus merupakan kondisi dimana tubuh tak cukup memproduksi insulin sehingga kadar glukosa dalam darah berada pada angka yang tidak normal dan merusak banyak organ tubuh.

Itu sebabnya, mengatur asupan makanan sangat penting untuk menjaga agar gula darah tetap normal, yakni pada angka 80-130 mg/dL sebelum makan, dan di bawah 180 mg/dL setelah makan, demikian menurut American Diabetes Association.

American Diabetes Association menyarankan untuk mengonsumsi 45-60 gram karbohidrat dalam setiap porsi makan. Rekomendasi ini dapat bervariasi, bergantung jenis kelamin, dan berat badan.

Nasi dan aneka karbohidrat lainnya seperti pasta dan kentang masih boleh dikonsumsi penderita diabetes, dengan catatan jumlahnya harus tepat. Sebagai informasi, sepertiga cangkir beras menyumbang 15 gram karbohidrat.

Indeks glikemik pada makanan mengukur seberapa cepat makanan dicerna menjadi gula dan diserap darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi meningkatkan gula darah lebih cepat dan harus dimakan dengan porsi kecil.

Nasi putih adalah makanan dengan indeks glikemik tinggi dibandingkan beras merah. Begitu juga dengan biskuit bar yang dianggap sebagai makanan diet, ternyata juga memiliki indeks glikemik tinggi.

Mengombinasikan beras merah dengan makanan lain

Beberapa varietas beras erah yang belum diproses memiliki kandungan serat yang tinggi. Kombinasi beras merah dengan makanan lain seperti kacang merah, protein dan lemak sehat membantu menyeimbangkan kadar gula darah.

Selain pada nasi, karbohidrat juga bisa ditemukan pada makanan yang mengandung pati, gula, dan serat.

Dalam hal ini, pati bisa ditemukan pada sayuran yang mengandung zat tepung seperti kacang polong, kentang, dan jagung. Kacang-kacangan dan biji-bijian termasuk karbohidrat kompleks. Sementara karbohidrat dalam serat, bisa ditemukan dalam sayuran dan buah.

Tidak seperti karbohidrat lainnya, karbohidrat yang terdapat dalam serat tak menaikan gula darah, dan justru membantu memperlambat proses pencernaan makanan. Hal ini bagus untuk mencegah lonjakan gula darah. Dianjurkan untuk makan serat 20-35 gram per hari.



 


(DEV)