Minuman Panas Bantu Atasi Sembelit

Torie Natalova    •    Rabu, 30 May 2018 12:23 WIB
kesehatan pencernaan
Minuman Panas Bantu Atasi Sembelit
Minuman hangat atau panas dapat menstimulasi sistem pencernaan Anda. Ini akan melepaskan sesuatu yang disebut peristaltik. (Foto: Lex Sirikiat/Unspplash.com)

Jakarta: Sembelit adalah salah satu masalah pencernaan yang umum terjadi. Masalah pencernaan yang satu ini bisa berarti hal yang berbeda-beda untuk setiap orang.

Bagi seseorang, sembelit mungkin berarti mengalami buang air besar kurang dari tiga kali per minggu. Sebagian lagi mungkin buang kotoran tiga kali sehari, tapi masih memiliki rasa tertekan atau tidak sepenuhnya keluar.

Sembelit dapat membuat Anda merasa kembung, bergas, dan meningkatkan risiko Anda terkena wasir. Meningkatkan asupan serat, minum lebih banyak cairan dan mengonsumsi probiotik dapat membantu Anda dalam jangka panjang.

Tetapi, jika Anda membutuhkan penyelesaian yang lebih cepat, cobalah trik-trik berikut ini.

(Baca juga: Cara Sederhana Mengatasi Sembelit)

1. Minum sesuatu yang hangat
Minuman hangat atau panas dapat menstimulasi sistem pencernaan Anda. Ini akan melepaskan sesuatu yang disebut peristaltik, proses yang menyebabkan otot usus Anda mendorong materi feses ke rektum. Minuman hangat atau panas apa pun termasuk air putih kemungkinan memicu semacam kontraksi dalam usus.

Namun, jika ingin hasil yang lebih besar cobalah secangkir kopi panas. Penelitian menemukan bahwa kopi berkafein memicu kontraksi di usus yang lebih kuat daripada air putih panas. Cobalah minum kopi 30 menit sebelum pergi ke kamar mandi untuk memberikan cukup waktu bagi usus mulai bekerja.


(Sembelit adalah salah satu masalah pencernaan yang umum terjadi. Masalah pencernaan yang satu ini bisa berarti hal yang berbeda-beda untuk setiap orang. Foto: Tyler Nix/Unsplash)

2. Ganti posisi
Coba mengganti posisi saat buang air besar dari duduk ke jongkok. Ketika duduk, otot puborectalis yang membantu Anda mempertahankan kontinensia dengan menciptakan ketegangan di antara usus besar dan rektum, hanya sebagian saja yang rileks. Tapi, ketika jongkok otot benar-benar rileks, sehingga rektum lebih pendek yang memungkinkan evakuasi tinja Anda lebih mudah.

3. Bangun lebih awal
Pagi cenderung menjadi waktu terbaik untuk buang air besar karena usus besar terbangun dengan terhentak. Ini akan membuat usus mulai berkontraksi segera sehingga memudahkan Anda buang air besar. Jika bangun terlambat, Anda berisiko mematikan sinyal tersebut sehingga tidak akan merasakan dorongan buang air besar.

4. Pijat perineum Anda
Perineum yakni bentangan kulit yang memanjang dari anus ke bagian vulva. Para peneliti percaya bahwa memberi tekanan pada perineum Anda dapat membantu memecah tinja yang keras dan mengendurkan lubang anus sehingga membuatnya lebih mudah untuk buang air besar.

Caranya, saat merasakan dorongan untuk buang air besar, tekan perineum Anda, dorong ke bagian belakang tubuh dengan denyutan berulang.





(TIN)