Banyak Wanita Hapus Tato di Bulan Ramadan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 08 Jun 2018 07:00 WIB
kesehatan kulit
Banyak Wanita Hapus Tato di Bulan Ramadan
Data dari sebuah klinik kecantikan menemukan bahwa terjadi peningkatan dalam penghapusan tato di bulan Ramadan. (Foto: Kaizen Nguy?n/Unsplash.com)

Jakarta: Data dari sebuah klinik kecantikan menemukan bahwa terjadi peningkatan dalam penghapusan tato di bulan Ramadan, terutama dengan menggunakan teknologi laser dan cahaya. 

Menurut data ZAP Beauty Clinic, terjadi peningkatan sebanyak 20 persen sejak bulan Mei 2018 pada perawatan tersebut. 

Metode laser sendiri lebih banyak disenangi karena paling tidak menyakitkan dibandingkan dua metode lainnya, yaitu dermabrasi dan bedah kulit.  

Dermabrasi adalah teknik menghapus tato dengan mengikis lapisan kulit, sementara bedah kulit dilakukan oleh dokter spesialis kulit dengan cara mengangkat area kulit yang tergambar tato dengan pisau bedah.

"Sinar laser akan bekerja menghancurkan pigmen warna dari tato, lalu sisa pigmennya akan dihancurkan dengan sendirinya oleh sistem pertahanan tubuh," tukas dokter Anangga Dipamira dari ZAP Beauty Clinic dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id pada Kamis, 7 Juni 2018. 


(Menurut data ZAP Beauty Clinic, terjadi peningkatan sebanyak 20 persen sejak bulan Mei 2018 pada perawatan tersebut. Foto: Tanja Heffner/Unsplash.com)

(Baca juga: 6 Poin Keberhasilan Menghapus Si Rajah Tubuh)

Ia melanjutkan, tato hitam akan lebih mudah hilang dibanding tato berwarna. Tato dengan jumlah tinta yang banyak dan memiliki garis atau model yang berlapis juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk dihilangkan.

Sebuah penelitian dari Amerika Serikat tahun 2014 menyebutkan bahwa dari 64 pasien yang menghapus tato dengan laser, 30-50 persen di antaranya merasa warna tato memudar setelah satu kali terapi. Hasil yang lebih memuaskan didapatkan setelah menjalani lima kali terapi sinar laser dimana warna tato memudar sampai 90 persen.

Sementara, penelitian dari American Society of Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS) menyebutkan bahwa lebih dari 50 ribu tato telah dihapus sepanjang tahun 2016. Dari jumlah tersebut, 60 persen pemilik tato berjenis kelamin wanita, dan 50 persen di antaranya berusia 19-35 tahun.





(TIN)