Protein Hewani Lebih Baik Dikonsumsi Saat Bulan Puasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 07 Jun 2017 15:13 WIB
protein
Protein Hewani Lebih Baik Dikonsumsi Saat Bulan Puasa
"Protein hewani dan nabati sama baiknya. Namun lebih baik protein hewani karena jumlah protein lebih banyak dan lebih bagus dalam penyerapan," tukas spesialis gizi klinik dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK. (Foto: Myinvisiblecrown.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak seperti hari-hari biasa, pemilihan makanan di bulan puasa sebaiknya lebih jeli. Hal ini dikarenakan durasi perut kosong cukup lama, lebih dari 12 jam. 

Umumnya, mereka yang berpuasa disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lebih banyak serat agar bisa merasa kenyang lebih lama. 



Selain diisi dengan karbohidrat (biasanya nasi), pemilihan protein dan lemak sebagai makronutrisi bagi tubuh pun tak kalah penting. 

Bagaimanakah jenis protein dan lemak yang tepat saat sahur dan berbuka puasa?

"Protein hewani dan nabati sama baiknya. Namun lebih baik protein hewani karena jumlah protein lebih banyak dan lebih bagus dalam penyerapan," tukas spesialis gizi klinik dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK dalam acara buka bersama Danone Group, Selasa (6/7/17) lalu.

(Baca juga: Pilihan Karbohidrat yang Tepat di Bulan Puasa)

Ia menjelaskan, perbandingan jumlah gizi pada protein hewani dan protein nabati adalah satu banding dua. 

Sementara itu, asupan lemak juga perlu diperhatikan dimana dr. Dian menyarankan untuk menghindari jenis lemak jenuh dan trans. Normalnya, asupan lemak ke tubuh adalah 200 gram setiap hari. 



"Lemak trans umumnya terdapat pada makanan kemasan karena mengalami proses hidrogenasi," ungkapnya. 

Beberapa contoh dari lemak jenuh dan trans yang sebaiknya dibatasi adalah cemilan seperti wafer, makanan cepat saji, dan kue seperti tart. 

Sementara lemak baik banya terdapat pada ikan salmon, kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti alpukat. 






(TIN)