Bersahabat dengan Lemak

   •    Senin, 21 Aug 2017 12:19 WIB
kesehatan
Bersahabat dengan Lemak
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebanyakan orang akan menghindari jenis makanan tertentu yang dinilai memiliki kadar lemak tak wajar. Tak mengonsumsi aneka gorengan atau daging, bahkan berbagai jenis diet tanpa lemak dilakukan untuk mendapatkan tubuh ideal tanpa harus pusing dengan asumsi lemak yang disebut dapat menyebabkan kegemukan bahkan pencetus penyakit.

Namun, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bachtiar Rahmat mengatakan lemak sebenarnya salah satu zat gizi yang justru dibutuhkan oleh tubuh. Lemak seperti LDL maupun HDL yang dikenal orang sebagai kolesterol baik dan jahat mempunyai fungsi masing-masing dalam tubuh.

"Kita tetap butuh lemak dalam kadar yang sesuai. Lemak itu membuat fungsi dalam tubuh menjadi baik. Misalnya pembentukan hormon reproduksi, komponen untuk membuat hormon itu salah satunya adalah kolesterol," ungkap Bachtiar dalam Metro I-Care, Minggu 20 Agustus 2017.

Umumnya, masyarakat membatasi kalori yang dikonsumsi setiap hari untuk menjaga berat badan. Kebanyakan dari mereka menghindari lemak untuk meminimalisasi asupan kalori.

Padahal, kata Bachtiar, kalori bukan satu-satunya berasal dari lemak. Zat gizi lain seperti karbohidrat atau protein juga mengandung kalori.

"Jadi kita enggak perlu takut gemuk. Bahkan prinsipnya kalori yang masuk dengan kalori yang kita bakar itu sama untuk menjaga berat badan, tetapi jika ingin menurunkan berat badan kalori yang masuk harus lebih sedikit dengan kalori yang dibakar, cara sehatnya ya olahraga," katanya.

Meskipun tubuh mampu memproduksi kolesterol atau lemak sendiri, ada beberapa jenis lemak yang tidak bisa dihasilkan oleh tubuh. Misalnya omega 3, omega 6 dan omega 9.

Lemak-lemak esensial itu tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan kalaupun diproduksi jumlahnya sangat sedikit, jauh dari kebutuhan tubuh sehari-hari. Padahal asam lemak esensial yang dibutuhkan tubuh rata-rata 300-500 miligram per hari.

"Kalau kita kekurangan lemak termasuk asam lemak esensial salah satunya, hormon-hormon yang terbentuk di tubuh kita enggak sempurna dan proses metabolismenya juga terganggu," jelasnya.




(MEL)