Rutin Sarapan Bikin Tubuh Langsing

Indriyani Astuti    •    Rabu, 27 Sep 2017 18:19 WIB
kesehatan
Rutin Sarapan Bikin Tubuh Langsing
(Foto: kraftfoods)

Metrotvnews.com, Jakarta: Di antara kita banyak yang sering melewatkan sarapan. Padahal, asupan nutrisi pada pagi hari itu sangat penting karena merupakan asupan makanan pertama yang dapat memenuhi 15 persen hingga 30 persen kebutuhan gizi sehari-hari.

Dokter spesialis gizi klinik dari MRCC Siloam Semanggi, Jakarta, Samuel Oetoro mengatakan, saat tidur, tubuh sebenarnya juga membutuhkan kalori sebab ada proses metabolisme yang terjadi pada saat istirahat sehingga pembakaran kalori tetap terjadi.

"Untuk itu, penting bagi seseorang sarapan untuk menggantikan kalori yang terbakar selama tidur dan mendapatkan energi," ujarnya saat peluncuran varian baru biskuit Belvita rasa pisang sereal di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, saat pagi hari umumnya kadar gula darah seseorang cenderung rendah. Karena itu, ketika sarapan dibutuhkan makanan yang mengandung karbohidrat ditambah protein, vitamin, dan mineral agar gizinya seimbang.

"Makanan yang dipilih sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi serat. Karbohidrat kompleks mempunyai kadar glikemik yang rendah sehingga dapat diserap tubuh perlahan-lahan dan gula darah cenderung stabil tidak langsung naik drastis. Berbeda apabila kita mengonsumsi karbohidrat sederhana yang lebih cepat diserap tubuh," terangnya.

Karbohidrat tinggi serat, ujar Samuel, ada pada gandum utuh, beras merah, dan beras pecah kulit. Untuk nasi putih biasa, umumnya kandungan seratnya sudah tidak ada dan diserap lebih cepat oleh tubuh. "Makanya kalau kita sarapan dengan karbohidrat sederhana lebih cepat lemas dan mengantuk saat beraktivitas."

Bagaimana dampaknya jika seseorang sering mengabaikan sarapan? Samuel mengatakan sebuah studi membuktikan bahwa ada kaitan antara sarapan dan body mass index/indeks massa tubuh (BMI) seseorang. BMI untuk menetukan ideal atau tidaknya berat badan dengan tinggi tubuh seseorang.

"Setelah diteliti, orang-orang yang cenderung tidak suka sarapan, nilai indeks massa tubuhnya tinggi sehingga berisiko menderita obesitas," paparnya. Ia juga mengungkapkan orang yang makan pada pagi hari cenderung memiliki BMI lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang makan banyak pada siang atau malam hari.

Oleh karena itu, sarapan merupakan awal yang baik untuk menjalani hari yang produktif dan penuh semangat. Masyarakat dengan gaya hidup yang aktif membutuhkan asupan energi yang tinggi setiap hari karena jumlah kalori yang terbakar juga besar.

Menurut Head of Biscuit Mondelez Indonesia Maggie Effendy, rata-rata konsumen urban Indonesia menghabiskan sekitar 11 jam menjalani rutinitasnya. "Aktivitas yang padat sering membuat orang melewatkan sarapan. Karena itu, dibutuhkan solusi sarapan yang praktis," ucapnya.

Belvita, tutur Meggie, dapat menjadi pilihan sarapan yang bernutrisi. Empat keping biskuit Belvita mengandung 360 kalori yang dapat mencukupi 18 persen dari total kebutuhan harian. Data angka kecukupan gizi (AKG) menunjukkan perempuan berusia 25 hingga 35 tahun membutuhkan 2.150 sampai 2.250 kalori per hari, sedangkan laki-laki dalam rentang usia tersebut membutuhkan 2.625 hingga 2.675 kalori per hari.




(DEV)