Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah

Indriyani Astuti    •    Rabu, 30 Aug 2017 14:59 WIB
tips kesehatan
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah
(Foto: Bloomberg)

Metrotvnews.com, Jakarta: Skrining atau pemeriksaan kesehatan pranikah sangat diperlukan bagi setiap pasangan untuk mengidentifikasi sekaligus langkah deteksi dini risiko biomedis yang berkaitan dengan kesehatan.

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Eka Hospital BSD, Tangerang, Mery, menjelaskan pemeriksaan kesehatan bagi pasangan berguna untuk mencegah penularan penyakit infeksi pada pasangan apabila salah satu di antara mereka terdeteksi mengidap penyakit.

Dengan pemeriksaan, ujarnya, kondisi pasangan dapat diketahui lebih awal. "Misalnya salah seorang menderita penyakit infeksi, pasangannya jangan sampai tertular karena ada beberapa penyakit yang bisa ditularkan lewat cairan tubuh melalui hubungan seksual seperti hepatitis B, HIV, atau sifilis yang disebabkan bakteri," ujar Mery.

Apabila dari hasil pemeriksaan dinyatakan negatif atau tidak ada indikasi apa pun, berarti kondisi mereka baik. Namun, bila pada salah seorang dari pasangan terdeteksi mengidap penyakit, bisa segera diproteksi melalui pemberian vaksin.

Untuk penderita penyakit hepatitis B, kanker serviks, dan kutil kelamin, dapat diberikan vaksin human papilloma virus (HPV) sebagai langkah preventif. Bahkan, pemberian vaksin measles (campak) dan rubella (MR) juga dapat dilakukan meskipun penularannya bukan melalui hubungan.

"Karena itu disarankan pemeriksaan pranikah dilakukan enam bulan sebelum pernikahan sehingga ada waktu untuk memproteksi," kata Mery.

Di samping itu, sambungnya, pemeriksaan pranikah juga berguna untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebagai calon orang tua sebab ada penyakit-penyakit yang berisiko diturunkan, antara lain talasemia, hemofilia, dan sickle cell anemia. Untuk mengetahuinya, dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah.

"Jika pasangan tersebut pembawa penyakit atau carrier, anaknya 25% berisiko menjadi penderita. Dengan deteksi lebih awal, kita bisa memprediksi hal itu," terang Mery.

Ia menjelaskan, ada sejumlah pemeriksaan kesehatan pranikah yang dapat dilakukan calon pengantin. Pertama, skrining dasar, yakni pemeriksaan darah, rontgen, gula darah, EKG atau rekam jantung, urine lengkap, dan hematologi lengkap.

Selanjutnya, skrining penyakit infeksi, antara lain pemeriksaan HBS Ag dan Anti HBS untuk hepatitis dan anti-HIV. Kemudian, ada juga deteksi risiko kehamilan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

"USG pada perempuan dilakukan untuk melihat apakah di rahimnya ada miom atau tumor yang bisa menghambat kehamilan, atau kista di indung telur," papar Mery.




(DEV)