Ooforektomi Profilaksis, Cara untuk Mencegah Kanker Ovarium

Torie Natalova    •    Selasa, 30 Oct 2018 13:24 WIB
kesehatan
Ooforektomi Profilaksis, Cara untuk Mencegah Kanker Ovarium
Beberapa pilihan tersedia untuk mengurangi peningkatan risiko kanker pada wanita dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2. (Foto: Kyle Broad/Unsplash.com)

Jakarta: Wanita dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 berisiko untuk mengembangkan kanker payudara dan kanker ovarium. Beberapa pilihan tersedia untuk mengurangi peningkatan risiko kanker pada wanita-wanita tersebut.

Salah satu pilihannya adalah ooforektomi bilateral preventif atau operasi pengangkatan indung telur. Ooforektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara pada wanita dengan mutasi gen yang berisiko.

Dalam ooforektomi, dokter bedah mengangkat kedua indung telur. Ovarium Anda mengandung sel telur dan mengeluarkan hormon yang mengontrol siklus reproduksi Anda. Menghilangkan indung telur akan mengurangi jumlah hormon estrogen dan progesteron yang beredar di tubuh Anda.

Wanita dengan mutasi gen BRCA biasanya juga memiliki tuba fallopi yang dilepaskan pada saat yang sama, karena mereka juga memiliki peningkatan risiko kanker tuba fallopi.

Ooforektomi profilaksis biasanya dilakukan untuk wanita dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker ovarium yang signifikan karena mutasi yang diwariskan pada gen BRCA1 atau 2. Biasanya, wanita yang mewarisi mutasi dan telah memutuskan tidak akan lagi memiliki anak, adalah kandidatnya.


(Ooforektomi dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara pada wanita dengan mutasi gen yang berisiko. Foto: Joanna Nix/Unsplash.com)

(Baca juga: Ini Sebab Wanita Sering Nyeri Perut Bawah)

Seberapa besar ooforektomi dapat mengurangi risiko kanker? Jika Anda memiliki mutasi gen BRCA, ooforektomi profilaksis dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen pada wanita perimenopause, 80-90 persen risiko kanker ovarium.

Dalam studi, risiko kanker payudara dan kanker ovarium bervariasi pada masing-masing individu, tergantung pada banyak faktor sepert riwayat keluarga, gaya hidup dan cara lain yang dipakai untuk mengurangi risiko kanker.

Para peneliti sedang memelajari cara lain untuk mengurangi risiko kanker ovarium, meski hasilnya tidak bisa sebesar dengan proses ooforektomi. Mencegah kanker ovarium dapat dilakukan dengan meningkatkan pengecekan untuk kanker ovarium misalnya tes dua kali setahun untuk mencari tanda-tanda awal kanker.

Studi juga menunjukkan bahwa mengonsumsi pil KB dapat mengurangi risiko kanker ovarium pada wanita yang berisiko.




(TIN)