Penanganan Kanker Usus Besar dengan Key Hole Surgery

Raka Lestari    •    Jumat, 07 Dec 2018 08:10 WIB
kanker usus besar
Penanganan Kanker Usus Besar dengan Key Hole Surgery
Salah satu yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi dini pada pasien yang tidak memiliki gejala. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Kanker usus besar merupakan suatu penyakit yang pengobatannya bersifat multidisiplin. Artinya adalah penanganan penyakit ini melibatkan berbagai berbagai ahli seperti ahli bedah, onkologi, radioterapi. 

Pembedahan adalah solusi terbaik dan terbukti menurunkan angka kekambuhan dan meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker usus besar bila pasien datang pada stadium awal.

Seiring dengan perkembangan teknologi, proses pembedahan dalam penanganan kanker usus besar pun semakin berkembang.

Salah satunya yang paling baru adalah dengan teknik key hole surgery/minimal invasive surgery yang dianggap menjadi terobosan inovatif dalam penanganan kanker usus besar tanpa membuat sayatan besar.


(Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

(Baca juga: Gejala dan Tanda Kanker Usus Besar)

Keuntungan dari teknik key hole surgery adalah secara kosmetik lebih baik yaitu dengan sayatan yang minimal, proses pemulihan yang lebih singkat daripada teknik konvensional, nyeri yang minimal serta waktu rawat yang singkat. 

Namun tidak semua jenis kanker usus besar memang bisa dilakukan dengan teknik key hole surgery ini.

"Jika tumor datang dengan sumbatan pada usus, tidak cocok untuk dilakukan teknik key hole surgery."

"
Selain itu, jika tumor yang terjadi juga sudah terlalu besar dapat menyebabkan usus pun menjadi merenggang sehingga menyulitkan kami untuk melakukan key hole srugery tersebut," ujar dr. Eko Priatno, Sp.B (K) BD, dokter spesialis bedah digestif Bethsaida Hospital, di kawasan Serpong, Kamis, 6 Desember 2018.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi dini pada pasien yang tidak memiliki gejala. 

"Pada orang normal, sebaiknya ketika memasuki usia 50 tahun dilakukan screeening untuk mengetahui kondisi tubuh mereka. Karena kanker usus besar bisa disembuhkan jika dapat diketahui ketika masih berada pada stadium awal," ujar dr. Eko.




(TIN)