Kebiasaan Cuci Tangan Efektif Melindungi Tubuh dari Paparan Bahan Kimia

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 29 Jun 2018 11:17 WIB
studi kesehatan
Kebiasaan Cuci Tangan Efektif Melindungi Tubuh dari Paparan Bahan Kimia
(Foto: CDC)

Jakarta: Mencuci tangan dengan sabun merupakan kebiasaan baik yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya, melindungi tubuh dari molekul berbahaya.

Penelitan yang dilakukan Columbia Center for Children's Environmental Health (CCCEH) di Mailman School of Public Health di Columbia University menemukan bahwa rumah - meskipun menjadi tempat yang aman - tetap saja rentan terhadap paparan kimia berbahaya. Salah satunya paparan bahan kimia tahan api yang melapisi produk-produk furnitur dan elektronik. 

Sejak 1970, produsen menggunakan new organophosphate flame retardants (OPFR) untuk mematuhi standar keamanan kebakaran. Sayangnya, bahan kimia ini dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti gangguan endokrin, penurunan kesuburan, dan disfungsi tiroid. 

Selain mencuci tangan dengan sabun, Environmental Protection Agency (EPA) merekomendasikan langkah praktis seperti membersihkan debu dengan kain lembab, mengepel laintai dengan cairan antiseptik, dan menyedot debu karpet. 

Dalam penelitian ini, peneliti memeriksa paparan OPFR yang biasa digunakan, Tris Fosfat dan enam jenis kimia tahan api lain. Adapun responden yang dilibatkan sebanyak 32 wanita. 

Dari hasil deteksi sampel urine sebelum melakukan kegiatan rutin mencuci tangan dan membersihkan rumah, tercatat urine peserta mengandung Tris hingga 97 persen. Angka tersebut menurun setelah peserta mencuci tangan dan membersihkan rumah.

Setelah rutin melakukan kegiatan yang diminta selama 1 minggu pertama, kadar tris dalam urin peserta turun 31 persen. Setelah minggu kedua penelitian, kadar Tris menurun lagi hingga 43 persen dibandingkan dengan tingkat awal. 

Kecenderungan serupa juga terlihat untuk jenis OPFR lainya. Dengan demikian, peneliti mengambil kesimpulan bahwa mencuci tangan dan membersihkan rumah menjadi alternatif terbaik untuk mengurangi paparan bahan kimia berbahaya. 





(DEV)