Otak Bekerja Lebih Keras saat Tidur Malam

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 31 Jul 2018 18:45 WIB
kesehatan saraf
Otak Bekerja Lebih Keras saat Tidur Malam
"Saat tidur, otak bekerja menggerakkan organ lain seperti jantung, paru, ginjal, dan sistem cerna," ujar dr. Ulul Albab, SpOG. (Foto: Maeghan Smulders/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak orang berpikir bahwa otak tidak bekerja saat tidur malam. Faktanya, justru otak bekerja paling keras di antara organ lain. 

"Saat tidur, otak bekerja menggerakkan organ lain seperti jantung, paru, ginjal, dan sistem cerna," ujar dr. Ulul Albab, SpOG dalam peluncuran kampanye Energen 'Sarapan Bernutrisi Agar Perut Terisi Siap Konsentrasi', Selasa 31 Juli 2018. 

Ia menjelaskan, terdapat metabolisme basal dalam tubuh yang berarti terjadi metabolisme saat tidak beraktivitas di mana dikeluarkan sekitar 31-35 kalori per kg tubuh.

(Baca juga: Berolahraga Mampu Meningkatkan Kinerja Otak)

"Biasanya, pria membutuhkan sekitar 30-35 kalori per kg tubuh, sementara pada wanita 25-30, Namun angka tersebut bisa berubah, tergantung kondisi tubuh seseorang." 


(Banyak orang berpikir bahwa otak tidak bekerja saat tidur malam. Faktanya, justru otak bekerja paling keras di antara organ lain. Foto: Kinga Cichewicz/Unsplash.com)

Ketika kalori tidak mencukupi, maka terjadi proses penyerapan lain bernama glukeneogenesis, di mana kalori diambil dari lemak. 

"Akibatnya, seseorang pun merasa lapar. Inilah mengapa kita perlu sarapan di pagi hari setelah tidur malam."

Sarapan membantu seseorang menjadi lebih konsentrasi dan tak mudah mengantuk, bila dapat takaran yang tepat. 

Bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, terdapat hubungan positif pada sarapan dan kemampuan kognitif di mana anak yang rutin mekanisme pagi cenderung memiliki daya tangkap akademik yang lebih baik dibandingkan anak yang jarang sarapan. 




(TIN)