Pemakaian Kondom Turunkan Risiko Penularan HIV Hingga 99 Persen

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 09 Aug 2018 16:39 WIB
hiv
Pemakaian Kondom Turunkan Risiko Penularan HIV Hingga 99 Persen
(Foto: iStock)

Jakarta: Ada berbagai cara untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas seksual yang aman dengan menggunakan kondom. 

"Risiko terkena HIV/AIDS meningkat 15 persen jika tak menggunakan kondom, padahal pengaman tersebut dapat melindungi hingga 99 persen," ujar dr Adyana Esti dalam diskusi media 'Tangkal Hoaksnya, Pahami Fakta HIV/AIDS' di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018. 

Dalam kesempatan tersebut, dr Esti juga menjabarkan bagaimana proses berkembangnya virus HIV dalam tubuh. Pertama adalah tahap jendela dimana virus HIV masuk dalam tubuh dan terdeteksi oleh antibodi.

Durasi waktunya 1-3 bulan sehingga hasilnya masih negatif. 

"Seseorang yang melakukan seks tak aman atau tindakan berisiko sebaiknya melakukan pemeriksaan. Jika hasilnya negatif, ulangi pemeriksaan tiga bulan kemudian untuk melihat apakah terjadi penularan."

Kemudian, tahap kedua dimulai, yaitu tahap inkubasi yang berkisar 3-10 tahun. Pada masa ini, seseorang sudah positif HIV tetapi biasanya belum menunjukkan gejala gangguan apapun.

Selanjutnya, tahap ketiga dimana gejala sudah mulai muncul karena kekebalan tubuh makin menurun. Salah satunya, yang cukup umum, adalah pembengkakan getah bening karena tubuh dipaksa melindungi tubuh secara berlebihan. Pada tahap ini, gejala-gejala seperti demam atau lemas mulai muncul.

Terakhir, pada tahap keempat adalah orang tersebut sudah positif terkena AIDS karena sistem pertahanan tubuh sudah dirusak oleh virus HIV. Rentang waktu tak menentu untuk setiap orang, tergantung imunitas masing-masing. 

Pengobatan yang tepat dan teratur, salah satunya dengan konsumsi obat Antiretroviral (ARV), dapat membantu Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap bertahan hidup dengan keadaan yang tetap sehat. 

Namun, dr Esti menyarankan untuk tetap melakukan tes HIV meskipun tidak melakukan tindakan berisiko, setidaknya setahun sekali, untuk jaga-jaga.

Lihat video:




(DEV)