Sekitar 1,5 Persen Rumah Tangga Alami Persoalan Gangguan Jiwa Berat

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 03 Oct 2018 07:00 WIB
kesehatan
Sekitar 1,5 Persen Rumah Tangga Alami Persoalan Gangguan Jiwa Berat
Kesehatan jiwa menjadi perhatian dan tantangan bagi kesehatan secara keseluruhan karena bersifat kompleks. (Foto: Ilustrasi. Dok. Gabrielle Cole/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI menemukan bahwa sekitar 15 persen rumah tangga di Indonesia mengalami persoalan gangguan jiwa berat.

Survei yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan berbagai wilayah tersebut melibatkan 1,5 juta penduduk Indonesia.

“Artinya, dalam 225 ribu rumah tangga terdapat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),” ujar Direktur Jenderal P2P dr. Anung Sugihantono, M.Kes dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Selasa 2 Oktober 2018.

Ia menambahkan, secara epidemologis, terdapat sekitar 5-10 orang yang mengalami masalah ganggguan jiwa (Orang dengan Masalah Kesehatan Jiwa/ODMKJ) di lingkungan satu orang ODGJ. Beberapa masalah yang dialami adalah stres atau tak bisa bersosialisasi (anti-sosial).

(Baca juga: Studi: Respons Pengobatan Gangguan Mental Kecemasan Dipengaruhi Siklus Haid)


(Sebuah survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI menemukan bahwa sekitar 1,5 persen rumah tangga di Indonesia mengalami persoalan gangguan jiwa berat. Foto: Matteo Vistocco/Unsplash.com)

Menurut dr. Anung, kesehatan jiwa menjadi perhatian dan tantangan bagi kesehatan secara keseluruhan karena bersifat kompleks. Perubahan determinan dalam kesehatan membuat kesehatan jiwa harus menjadi perhatian, baik di Indonesia atau dunia.

“Kohesi sosial yang terjadi saat ini semakin renggang di mana hubungan individual, kelompok, hingga masyarakat menjadi berbeda dengan zaman dulu dan berpotensi memicu gangguan jiwa, naik sederhana atau kompleks.”

Kohesi sosial adalah kekuatan yang berlaku pada seseorang dalam kelompok atau masyarakat untuk tinggal di dalamnya. 




(TIN)