Pada Usia 30 Tahun, Orang Mulai Kehilangan Ambisi

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 09 Oct 2016 10:00 WIB
psikologistudi kesehatan
Pada Usia 30 Tahun, Orang Mulai Kehilangan Ambisi
(Foto: News.au)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa kebanyakan pekerja mulai kehilangan ambisi untuk mendapatkan promosi  pada usia 35 tahun.

Peneliti sosial Mark McCrindle mengatakan, ini bukanlah hal yang mengagetkan ketika seseorang yang berusia di atas 30 tahun mulai tak berambisi. Tak seperti generasi sebelumnya, yang mulai membangun keluarga pada usia 20an, kebanyakan perempuan di Australia masa kini tidak memiliki anak hingga berusia 31 tahun, dan para laki-laki mulai menjadi ayah pada usia 33 tahu. Ini berarti, mereka fokus pada pekerjaan pada saat berkepala 2.

"Ketika seseorang menginjak usia 30an, mereka sudah bekerja dan belajar cukup keras selama satu setengah dekade," ungkapnya pada news.com.au.

Oleh karena itu, mereka merasa lelah lebih cepat dan memiliki perspektif yang lebih luas.

McCrindle juga menjelaskan bahwa definis kesuksesan mereka yang kini berusia 30an tahun mulai berubah, tak lagi berpatokan pada harta.

"Di era 80-an dan 90-an, kesuksesan dilihat dari merek barang yang dipakai. Namun kini telah berubah. Jika seseorang sukses dalam karier namun kesejahteraan dan kesehatan mereka berantakan atau tak memiliki hobi, maka itu bukanlah tujuan hidup," terangnya.

Menurutnya, generasi Y berpikir bahwa mereka masih memiliki banyak waktu untuk bekerja. Mereka belajar dari orang tua mereka bahwa mereka perlu merasakan banyak pengalaman selama masih sehat dan aktif.

"Ini adalah persepketif yang sehat dimana hidup tak hanya soal mengumpulkan uang, seperti yang dilakukan orang tua mereka," tandasnya.

Sementara itu, peneliti sosial dari University of Melbourne Laura Rosewarne mengungkapkan bahwa banyak orang sukses yang berpendapat bahwa bekerja terlalu lama adalah sesuatu yang sia-sia.

"Definisi ambisi telah terekonstruksi ulang. Bekerja selama 15 jam tak lagi dipandang sebagai prestasi, dan justru hanya menyebabkan kelelahan dan makin tak produktif," tambahnya.
 


(DEV)