Kebiasaan Berkirim Pesan yang Sama, Kunci Kepuasan Hubungan?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 03 Jan 2018 13:15 WIB
romansapsikologi
Kebiasaan Berkirim Pesan yang Sama, Kunci Kepuasan Hubungan?
Sebuah studi menemukan bahwa kebiasaan berkirim pesan sama mirip dapat membuat pasangan menjadi lebih puas dalam menjalin hubungan. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Komunikasi dengan menulis ternyata turut berperan dalam kelanggengan hubungan romansa. Sebuah studi menemukan bahwa kebiasaan berkirim pesan sama mirip dapat membuat pasangan menjadi lebih puas dalam menjalin hubungan. 

Para psikolog dari Pace University, New York, menyurvei 205 orang Amerika berusia 18-29 tahun yang sedang berpacaran. Setiap pertisipan ditanyai tentang aspek yang berbeda dari perilaku berkirim pesan, termasuk frekuensi inisiasi untuk memulai pembicaraan seperti apakah mereka mengrim pesarn hanya untuk menyapa, hingga menunjukkan ketertarikan atau memunculkan isu. 

Para responden juga melakukan survei standar untuk mengukur gaya ketergantungan dan tingkat kepuasan dalam hubungan. Kesimpulannya, kemiripan dalam kebiasaan berkirim pesan berkaitan kuat dengan kepuasan hubungan secara keseluruhan. 

(Baca juga: Jangan Nikahi Pria bila Lakukan 5 Hal Ini)


(Sebuah studi menemukan bahwa kebiasaan berkirim pesan sama mirip dapat membuat pasangan menjadi lebih puas dalam menjalin hubungan. Foto: Courtesy of Independent.co.uk)

"Penemuan ini menggarisbawahi pentingnya kesamaan persepsi antara pasangan romantis mengenai perilaku berkirim pesan untuk tingkat kepuasan mereka, bahkan pada tipikal orang yang ramai menceritakan tentang kecemasan dan penghindaran," demikian menurut studi yang dipublikasi dalam jurnal Computers in Human Behaviour tersebut. 

Namun, karena kebanyakan responden adalah wanita (74 persen), para peneliti beranggapan bahwa hal tersebut tak berlaku pada laki-laki dan bisa dikatakan bahwa wanita sangat mementingkan kecocokan dalam berkirim pesan. 

Penemuan tersebut dapat membantu pasangan yang tengah melakukan konseling. "Dokter bisa memperhitungkan perilaku berkirim pesan untuk mendorong kepuasan dan fungsi hubungan pada diri individu."

Namun, para psikolog menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa secara menyeluruh peran penyesuaian berkirim pesan dalam hubungan romantis seta non-romantis.











(TIN)