Dampak Buruk Obesitas dan Kurang Tidur pada Anak-anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 27 Jan 2018 15:27 WIB
studi kesehatan
Dampak Buruk Obesitas dan Kurang Tidur pada Anak-anak
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa ada keterkaitan antara indeks massa tubuh (BMI) dan kesulitan tidur saat kecil dengan risiko kanker saat dewasa.

"Obesitas saat kecil sering berlanjut hingga dewasa. Hal ini menyebabkan risiko lebih besar untuk mengalami kanker akibat kegemukan di saat dewasa," ujar pemimpin studi Bernard Fuemmeler, profesor dan asisten direktur di Pencegahan dan Pengendalian Kanker di Virginia Commonwealth University.

Studi tersebut melibatkan 120 anak yang berusia sekitar 8 tahun di mana ibu mereka berpartisipasi dalam Newborn Epigenetic Study saat sebelum kelahiran dan berusia dini.

Untuk melacak siklus tidur-bangun,anak-anak memakai akselerometer secara terus menerus selama 24 jam sehari untuk jangka waktu minimal lima hari.

Mereka menemukan bahwa durasi tidur yang lebih pendek, dihitung berdasarkan jam, berhubungan dengan angka BMI yang lebih tinggi. Setiap tambahan jam tidur berkaitan dengan penurunan nilain BMI sebesar 0,13 dan lingkar perut sebesar 1,29 cm.

Ritual aktivitas istirahat yang lebih terfragmentasi dan variabilitas yang meningkatjuga terkait dengan lingkar pinggang yang lebih besar. Ritual tersebut merupakan ukuran frekuensi dan tingkat transisi antara tidur dan aktivitas.

Studi yang dipresentasikan dalam Obesity and Cancer: Mechanisms Underlying Etiology and Outcomes tersebut mengindikasikan bahwa durasi tidur adalah penting dan  memeriksa penanda kualitas tidur mungkin juga berguna dalam merancang strategi pencegahan obesitas masa kecil.

"Saat ini, banyak anak-anak mengalami kurang tidur. Beberapa gangguan, seperti bermain ponsel di tempat tidur, berkontribusi untuk menginterupasi tidur. Hal ini lama-kelamaan akan menyebabkan anak obesitas," pungkas Fuemmeler.




(DEV)