Penderita Glaukoma di Indonesia Kebanyakan Tipe Primer

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 21 Apr 2017 14:27 WIB
kesehatan mata
Penderita Glaukoma di Indonesia Kebanyakan Tipe Primer
Gejala glaukoma sering tidak memiliki gejala sehingga disadari saat sudah terlambat. (Foto: The Huffington Post)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyakit glaukoma atau lebih dikenal dengan 'si pencuri penglihatan' ini rupanya sudah menjadi gangguan mata terbesar kedua di dunia dan di Indonesia. Apakah penyebab dari gangguan saraf mata tersebut?

Glaukoma adalah penyakit saraf mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan bola mata. Di Indonesia, penderita glaukoma terbanyak adalah tipe primer.

"Tipe primer tidak diketahui penyebabnya, namun sering dikaitkan dengan genetik padahal tidak selalu demikian," terang dr. Emma Rusmayani, SpM selaku dokter spesialis glaukoma Jakarta Eye Center (JEC) dalam konferensi pers Special Eye Check Hari Kartini, Jumat (21/4/2017).



(Baca juga: Pentingnya Cek Mata Enam Bulan Sekali)

Selain primer, ada juga glaukoma sekunder. Jenis glaukoma ini kebanyakan disebabkan oleh penyakit lain seperti katarak yang terlalu tebal atau diabetes yang sudah parah. Infeksi penyakit juga dapat memicu munculnya glaukoma.

"Glaukoma tak sama dengan katarak, yang bisa sembuh setelah dioperasi. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan apa yang masih ada dan tak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang," tambahnya.

Gejala glaukoma sering tidak memiliki gejala sehingga disadari saat sudah terlambat. Awalnya, penderita akan mengalami penyempitan lapang pandangan secara perifer atau di bagian samping. Namun, semakin lama, bagian tengah pun mulai menyempit hingga pada akhirnya mengalami kebutaan.






(TIN)