Dampak Buruk Tinggal di Lingkungan Bising

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 30 Aug 2017 12:12 WIB
tips kesehatan
Dampak Buruk Tinggal di Lingkungan Bising
(Foto: Hindustan Times)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat perkotaan kebanyakan sudah terbiasa dengan suara bising yang berasal dari jalanan, seperti klakson kendaraan atau proyek pembangunan gedung. Meski terkesan sepele, hal tersebut ternyata dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Belum banyak orang mengetahui, suara bising dapat menyebabkan masalah kesehatan berikut ini.

1. Gangguan tidur

Ini adalah dampak yang paling terlihat. Kurang tidur dapat memberikan efek buruk pada sistem endokrin, kesehatan kardiovaskular, dan meningkatkan tingkat stres. Gangguan tidur juga dapat menyebabkan sekresi insulin pankreas yang tak cukup.

2. Masalah jantung

Berbagai masalah jantung seperti hipertensi arterial, penyakit jantung koroner dan penyakit jantung iskemik diketahui telah banyak menyerang mereka yang hidup dalam lingkungan bersuara bising.

3. Tekanan darah tinggi

Suara bising yang konstan dapat meningkatkan kadar tekanan darah tinggi. Beberapa studi menunjukkan bahwa tekanan darah orang yang tinggal di daerah bising lebih tinggi dibandingkan tekanan darah orang yang tidak tinggal di daerah bising.

4. Gangguan endokrin

Paparan suara bising yang tinggi dapat memicu produksi adrenalin dan non-adrenalin dalam tubuh. Hal ini dikarenakan lingkungan tersebut meningkatkan stres dan tingkat kortisol naim ke darah. Akibatnya, terjadi beberapa gangguan seperti retensi air, berat badan naik, pusing, masalah imun, gagal jantung, dan stroke.

5. Gangguan psikiatrik

Suara bising tingkat tinggi dapat mengganggu secara keseluruhan, bahkan menyebabkan gangguan psikiatrik. Seseorang yang cepat marah, karena terganggu dengan suara bising, akan menimbulkan masalah dalam hubungan personal dimana orang tersebut akan menjadi mudah gelisah, suka menentang, dan mudah cemas.

6. Perkembangan anak yang tak baik

Menurut sebuah studi, janin sudah bisa menerima suara dan memberi respon. Hormon ibu berperan besar dalam perkembangan janin dan menjadi indikator dalam produksi protein. Suara bising cenderung memengaruhi produksi hormon pada ibu sehingga membuat perkembangan anak menjadi tak normal.




(DEV)