Lemak tak Selalu Buruk

   •    Jumat, 04 Aug 2017 11:59 WIB
kesehatan
Lemak tak Selalu Buruk
Ilustrasi. (Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sama seperti kolesterol, lemak bagi sebagian orang dianggap sebagai momok menakutkan yang harus dihindari. Padahal, lemak merupakan salah satu komponen yang diproduksi dan dibutuhkan oleh tubuh.

Pakar Kesehatan Tan Shot Yen mengatakan lemak tak selalu buruk. Banyak sumber lemak dalam makanan yang justru baik untuk tubuh.

"Lemak enggak cuma dari minyak goreng, dari makanan seperti gado-gado bumbu kacang pun itu sudah mengandung lemak. Tapi harus dipastikan lemak dalam kacang jangan didobel dengan menggorengnya. Bisa juga dari ikan, ada omega 3-nya," ujarnya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat 4 Agustus 2017.

Tan Shot Yen mengatakan lemak dibutuhkan tubuh untuk menyerap vitamin A, D, E, dan K, membentuk hormon, menjaga temperatur suhu, bahkan membuat tubuh lebih cepat kenyang.

Persoalannya, kata Tan, kadang orang tak bisa membedakan mana lemak yang dibutuhkan tubuh dan mana yang justru berbahaya. Menurut Tan, paling tidak ada 3 jenis lemak yang harus diketahui oleh masyarakat. Lemak jenuh, lemak tak jenuh, dan lemak trans.

"Lemak jenuh biasanya dari hewan atau makhluk hidup yang tingkatannya lebih tinggi. Kita sendiri memproduksinya. Kolesterol itu 80 persen tubuh kita yang buat," kata Tan.

Lantaran tingginya lemak jenuh yang diproduksi tubuh, Tan mengatakan itu berarti batas toleransi lemak jenuh yang dikonsumsi dari makanan hanya tinggal 20 persen. Artinya, yang dibutuhkan tubuh justru lemak tak jenuh.

Lemak jenuh umumnya ditemukan dalam gajih, mentega, susu, keju, krim, kulit ayam, atau jeroan. Sementara lemak tak jenuh bisa diperoleh dari santan kelapa.

Tan menyarankan agar paling tidak seminggu sekali orang boleh mengonsumsi makanan yang salah satu bahannya menggunakan santan kelapa. Dengan catatan tak boleh dipanaskan berulang kali. 

Sumber lain bisa dari kacang-kacangan, minyak zaitun atau buah alpukat utuh. Untuk mendapatkan lemak tak jenuh yang maksimal dari alpukat, hindari mengolah alpukat dengan bahan lain seperti susu ata gula. Alpukat utuh lebih baik dan memiliki kandungan lemak tak jenuh lebih banyak.

"Sedangkan lemak trans ada di semua makanan kemasan anak-anak. Mereka (produsen makanan) tidak akan mencantumkan lemak trans tapi tulisannya minyak yang terhidrolisa. Artinya menambahkan minyak hidrogen pada minyak tumbuhan yang harusnya cair jadi padat, seperti margarin," jelasnya.




(MEL)