Mengonsumsi Makanan Berminyak Berisiko Kanker

Sunnaholomi Halakrispen    •    Senin, 04 Feb 2019 07:08 WIB
kanker
Mengonsumsi Makanan Berminyak Berisiko Kanker
dr. Edwin Jim, SpPD-KPTI. (Foto: Krispen/Medcom.id)

Jakarta: Risiko terkena penyakit kanker disebabkan oleh tiga faktor, yakni genetik, lingkungan, dan makanan. Untuk poin ketiga, mengonsumsi makanan berminyak menjadi salah satu pemicunya.

Awalnya, mengonsumsi makanan berminyak secara berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda. Tapi bukan tak mungkin bisa memicu kanker.

"Yang paling berbahaya akan ada penyumbatan pembuluh darah. Kalau penyumbatannya di otak namanya stroke, kalau di jantung namanya serangan jantung," jelas dr. Edwin Jim, SpPD-KPTI kepada Medcom.id.

Bahkan, bisa berpengaruh ke ginjal. Ketika kandungan minyak naik ke pembuluh darah, maka pembuluh darah akan menjadi kaku. Lalu, apabila tekanan darah naik, ginjal akan rusak. Fungsi ginjal pun bisa menurun.

Baca juga: Manfaat Sarapan dari Segi Fisiologis dan Psikologis

Setelah mengetahui hal tersebut, Anda jangan mencoba-coba untuk tetap memakan banyak makanan berminyak. Sebaiknya Anda bisa menggantinya dengan banyak mengonsumsi buah. Tapi alangkah Lebih baik Anda menghindarinya dan mengontrol pola makan Anda mulai saat ini.

Terlalu banyak mengonsumsi daging juga dinilai tidak bagus. Terutama, daging dari hewan berkaki empat, karena mengandung minyak dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan hewan berkaki dua.

Daging ayam bisa menjadi pilihan terbaik Anda, terutama ayam kampung. Ayam negeri juga bisa dikonsumsi, tetapi Anda harus teliti ketika memilihnya. Jangan sampai Anda mengonsumsi daging yang tumbuh hasil disuntik atau ayam boiler.

"Banyak yang menjual ayam broiler, baru berapa bulan sudah panen untuk dijual. Tapi tidak di semua toko ayam atau restoran ya. Kalau tetap mau ayam negeri, pastikan ayam itu bukan tumbuh besar dengan paksaan," tutur dr. Edwin.


(FIR)