Mengenal Lebih Jauh Diabetes Tipe 1 dan 2

Yatin Suleha    •    Rabu, 14 Nov 2018 10:25 WIB
diabetes
Mengenal Lebih Jauh Diabetes Tipe 1 dan 2
Diperkirakan dari 382 juta orang hidup dengan diabetes pada tahun 2013. 175 juta di antaranya belum terdiagnosis. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day, WDD) diperingati untuk meningkatkan perhatian terhadap diabetes yang kejadiannya terus meningkat di dunia.

Dilansir dari informasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WDD Diprakarsai oleh International Diabetes Federation (IDF) dan World Health Organization (WHO).

WDD diperingati sejak tahun 1991 setiap tanggal 14 November merupakan tanggal kelahiran Frederick Banting yang bersama dengan Charles Best, berperan dalam penemuan insulin di tahun 1992.

WDD tahun 2014 menandai tahun pertama dari tiga tahun (2014-2016) yang akan berfokus pada tema "Healthy Living and Diabetes" dengan slogan "Diabetes: protect our future" dengan pesan kunci "Make healthy food the easy choice, Healthy eating: make the right choice, Healthy eating with breakfast."

Estimati terakhir IDF, terdapat 382 juta orang yang hidup dengan diabetes pada tahun 2013. Pada tahun 2035 jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang.

Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya belum terdiagnosis, sehingga terancam berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan.

Diabetes melitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.

Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia).


(Dilansir dari informasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan dari 382 juta orang, 175 juta di antaranya belum terdiagnosis diabetes, sehingga terancam berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan. Foto: Ilustrasi. Dok. Fernando Cferdo/Unsplash.com)

(Baca juga: Ketahui Diabetes pada Anak Sebelum Terlambat)

Terjadinya diabetes 1 dan 2

Seperti dalam rilis dari Sequis yang diterima oleh Medcom.id, disebutkan penyakit diabetes melitus atau dikenal dengan singkatan DM merupakan gangguan metabolik pada fungsi pankreas (organ yang terletak di belakang lambung). 

Gangguan tersebut bisa terjadi karena sistem kekebalan salah dalam melawan ancaman yang membahayakan tubuh yaitu malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas, sehingga pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang memadai dan mengakibatkan kadar glukosa dapat meningkat tinggi. 

Hal ini dikenal dengan diabetes tipe 1 atau penyakit autoimun diabetes. Penyakit DM juga dapat disebabkan karena sel-sel tubuh kurang sensitif hingga tidak mampu lagi merespons insulin, dikenal dengan diabetes tipe 2 atau bisa juga terjadi karena keduanya.

Insulin

Insulin merupakan hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pankreas. Berfungsi membantu membantu tubuh menyerap glukosa dari aliran darah ke sel tubuh agar kadar gula darah tetap terkontrol dan digunakan sebagai energi. Sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. 

Jika fungsi insulin terganggu, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah sehingga kadar gula darah bisa menjadi sangat tinggi.  





(TIN)