Enam Hal Aneh yang Dapat Memicu Kenaikan Berat Badan

Torie Natalova    •    Senin, 19 Nov 2018 07:14 WIB
kesehatan
Enam Hal Aneh yang Dapat Memicu Kenaikan Berat Badan
Ada banyak faktor yang tanpa disadari dapat membuat tubuh menjadi gemuk. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Kenaikan berat badan merupakan masalah yang paling sering dikeluhkan kaum wanita. Faktor gaya hidup seringkali dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Padahal, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga defisiensi vitamin bisa memicu kenaikan berat badan.

Ada banyak faktor yang tanpa disadari dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Beberapa faktor bahkan membutuhkan bantuan dokter untuk mengatasinya. Berikut enam masalah kesehatan yang dapat menaikkan berat badan Anda.

1. Depresi
"Banyak obat antidepresan yang menyebabkan kenaikan berat badan. Jika Anda tidak mengonsumsi obat, depresi dapat berhubungan dengan kenaikan berat badan karena Anda cenderung untuk makan makanan yang tinggi lemak dan berkalori tinggi," tulis Bari Nan Cohen dalam Prevention.

2. Obat-obatan
"Ada beberapa obat-obatan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan seperti pil KB, obat untuk terapi hormon, steroid, beta-blocker untuk penyakit jantung dan tekanan darah, obat antikejang, obat kanker payudara, radang sendi, bahkan migrain," tulis Bari Nan Cohen dalam "7 Weird Reasons You're Gaining Weight."

(Baca juga: Tips Menurunkan Berat Badan dari Orang yang Sukses Diet)


("Ada beberapa obat-obatan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan," tulis Bari Nan Cohen dalam "7 Weird Reasons You're Gaining Weight." Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

3. Usus bergerak lambat
Masalah pencernaan termasuk pergerakan usus yang lambat dapat menyebabkan kelebihan berat badan. Ini dapat memicu konstipasi akibat kurangnya asupan serat dan cairan atau kurangnya bakteri baik dalam usus.

4. Tubuh kehilangan nutrisi tertentu
Kekurangan magnesium, zat besi atau vitamin D dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh atau mengubah metabolisme dengan cara lebih sulit mengambil langkah-langkah gaya hidup sehat.

5. Anda bertambah tua
Saat usia menginjak 40 tahun, tubuh tidak lagi membakar kalori sebanyak ketika Anda masih berusia 20 tahun. Sehingga, Anda butuh lebih banyak olahraga dan lebih sedikit makanan untuk menjaga metabolisme. Pilih makanan berprotein rendah lemak dan mengurangi karbohidrat untuk menjaga berat badan.

6. Memiliki sindrom chusing
Penambahan berat badan disertai tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan perubahan pada warna kulit, bisa menjadi tanda tubuh Anda tidak memproses nutrisi sebagaimana mestinya. Ini karena kortisol, hormon pemicu tumor berada di salah satu kelenjar adrenalin Anda.

Salah satu tanda yang menunjukkan sindrom chusing adalah distribusi lemak lebih banyak ke bagian tengah tubuh, sehingga membuat tangan dan kaki tampak lebih langsing.





(TIN)