5 Vitamin dan Mineral yang Harus Dihindari

Torie Natalova    •    Selasa, 23 May 2017 11:16 WIB
vitamin
5 Vitamin dan Mineral yang Harus Dihindari
Perlu diingat bahwa kelebihan zat besi dapat merusak hati dan kemungkinan organ tubuh lain seperti pankreas dan jantung. Jadi, sebaiknya Anda bijak dalam mengonsumsinya. (Foto: Womenshealthmag.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Suplemen dan vitamin terkadang memang dibutuhkan ketika tubuh mulai merasa lemah atau Anda sangat kelelahan. Tetapi, jika kepala Anda terasa berputar atau pusing ketika minum vitamin, ada cara mudah untuk mengatasinya yaitu hentikan mengonsumsinya.

Lorraine Maita, seorang dokter dari American Academy of Anti Aging and Regenerative Medicine, ada lima vitamin dan mineral yang sebenarnya tidak diperlikan dalam bentuk suplemen dan mengapa beberapa di antaranya dapat berbahaya.



1. Kalsium
Suplemen kalsium sangat penting untuk kesehatan dan kekuatan tulang khususnya pada wanita. Tetapi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa suplemen kalsium mungkin tidak benar-benar masuk ke dalam tulang sesuai keinginan dan justru sebaliknya, dapat mengkalsifikasi arteri dan jaringan lunak sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Terlebih, menurut Andrea Cox seorang ahli diet di Portland, suplemen kalsium dapat memicu batu ginjal pada mereka yang rentan terkena. Anda bisa mendapatkan asupan kalsium dari makanan seperti sayuran berdaun hijau, salmon, sarden, kacang putih, kacang almond, dan brokoli.

2. Vitamin E
Sebuah studi menemukan peningkatan risiko kanker pada pria yang mengonsumsi 400 IU setiap hari. Studi lain menemukan keseluruhan risiko kematian lebih tinggi pada pria dan wanita yang mengonsumsi suplemen dengan vitamin E dosis tinggi. Namun, Anda jangan khawatir karena jumlah vitamin E pada kebanyakan multivitamin tidak cukup menyebabkan efek mengerikan tersebut.

3. Yodium
Yodium hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan dokter. Karena, mineral ini paling sering dikaitkan dengan kelenjar tiroid. Yodium merupakan komponen kunci dari hormon yang diproduksi.

Terlalu sedikit atau terlalu banyak yodium dapat menyebabkan tiroid kurang aktif yang dikenal sebagai hipotiroidisme. Anda dapat mengukur kadar yodium dalam urine dengan mengunjungi dokter untuk mengukur kadar yodium dalam tubuh Anda.

4. Zat besi
Mineral ini membantu membentuk hemoglobin, komponen darah yang mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Zat besi juga diperlukan untuk fungsi sel normal dan sintesis beberapa hormon. Namun, Anda harus menganggapnya sebagai suplemen jika Anda memang kekurangan zat besi berdasarkan tes laboratorium.

Perlu diingat bahwa kelebihan zat besi dapat merusak hati dan kemungkinan organ tubuh lain seperti pankreas dan jantung. Terlalu banyak zat besi juga bisa memicu peradangan hati dan bisa mengoksidasi dalam tubuh, menyebabkan kerusakan sel.

5. Vitamin B6
Delapan vitamin B yang disebut sebagai B kompleks sangat penting untuk kesehatan optimal, membantu tubuh kita mengubah makanan menjadi bahan bakar dan meningkatkan kesehatan kulit, ingatan, kehamilan dan lainnya. Vitamin B kompleks ada di banyak makanan yang sering Anda konsumsi seperti buah, sayuran, biji-bijian, unggas dan ikan.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin B6 dalam jangka waktu lama sebenarnya dapat menyebabkan masalah serius. Meskipun vitamin B6 larut dalam air dan aman sesuai dosis yang dianjurkan, dosis yang berlebihan dapat menjadi racun dan menyebabkan sensasi abnormal pada saraf atau neuropati.





(TIN)