Wanita, Ketahui 6 Hal tentang Kanker Serviks

Torie Natalova    •    Kamis, 25 May 2017 10:14 WIB
kanker serviks
Wanita, Ketahui 6 Hal tentang Kanker Serviks
Kanker serviks stadium awal tidak memberikan tanda atau seringkali salah diartikan sebagai tanda stres atau PMS. Jika terlambat atau tidak diobati, kanker serviks memerlukan kemoterapi atau histerektomi. (Foto: Pinterest/9images.blogspot.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lebih dari 4000 wanita meninggal setiap tahunnya akibat kanker serviks. Wanita muda yang telah aktif secara seksual disarankan untuk lebih memperhatikan serviks mereka dengan melakukan pemeriksaan atau pap smear setiap tahun.

Ginekolog dari Colorado Center for Reproductive Medicine New York, Sheeva Telebian mengatakan kanker serviks bisa diobati selama terdeteksi sejak dini. Bahkan, para ahli percaya 93 persen bahwa kanker serviks dapat dicegah.

Ketahui enam fakta yang perlu diketahui untuk membantu menjaga serviks atau leher rahim Anda dan diri sendiri tetap sehat.

(Baca juga: Cegah Kanker Serviks dengan Pemeriksaan Sederhana)



1. Pap smear tidak perlu dilakukan setiap tahun
Anda mungkin tidak perlu melakukan pap smear setiap tahun. Tapi, perlu bagi Anda yang telah berusia 30 tahun ke atas untuk mengunjungi dokter kandungan. 

Pemeriksaan yang dilakukan dokter bisa untuk melihat kondisi yang tidak normal seperti polip yang meskipun jarang dapat berubah menjadi kanker. Selain itu, jika Anda mendapatkan hasil pap smear abnormal, dokter akan menguji untuk HPV (human papillomavirus) yang menyebabkan hampir dari 13 ribu kasus kanker serviks di Amerika setiap tahun.

2. Pastikan dokter memberikan tes combo pap smear atau HPV
Hampir semua wanita akan mendapatkan HPV di suatu saat kehidupan mereka. Ini menyebar melalui hubungan seks dengan vagina, oral atau anal. 

Virus ini merupakan penyebab perubahan abnormal pada sel serviks saat ia hidup dalam tubuh wanita setidaknya selama satu dekade. Jika tes HPV Anda positif, sedangkan pap smear tidak mendeteksi sel abnormal, dokter akan melakukan tes ulang dalam satu tahun untuk mengetahui apakah infeksi telah sembuh.

3. Vaksin HPV tidak hanya untuk wanita muda
FDA telah menyetujui untuk anak-anak perempuan berusia 9-26 tahun untuk mendapatkan tiga kali suntikan vaksin HPV. Tetapi, jika Anda lebih tua dan tidak dalam hubungan monogami, pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin tersebut.

4. Periode haid yang tidak konsisten menandakan sebuah masalah
Darah haid yang lebih berat dari biasanya atau bercak darah setelah berhubungan seks merupakan tanda adanya masalah. 

Kanker serviks stadium awal tidak memberikan tanda atau seringkali salah diartikan sebagai tanda stres atau PMS. Jika terlambat atau tidak diobati, kanker serviks memerlukan kemoterapi atau histerektomi yang keduanya dapat mempengaruhi kesuburan.

5. Perilaku non-seksual dapat mengatasi risiko kanker anda
Jika Anda memiliki HPV, merokok atau bergaul dengan orang yang merokok, ini dapat melipatgandakan risiko kanker serviks Anda. Para ahli menduga asap melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga kurang mampu melawan virus. 

6. Hindari berganti pasangan
Hindari melakukan hubungan seks dengan berganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom. HPV pada pria dapat menyebarkan kepada pasangan wanitanya. 

Sebuah studi menemukan bahwa 45 persen pria d Amerika di bawah usia 60 tahun terinfeksi HPV. Sayangnya, tidak ada tes HPV untuk pria, dan satu-satunya yang diketahui bahwa mereka memiliki virus ini adalah tanda atau masalah di organ genital yang tidak selalu muncul.






(TIN)