Jangan Panik saat Anak Demam, Ini yang Harus Anda Lakukan

Rosa Anggreati    •    Selasa, 01 Aug 2017 11:32 WIB
kesehatan anak
Jangan Panik saat Anak Demam, Ini yang Harus Anda Lakukan
Demam pada anak merupakan reaksi tubuh normal saat melawan infeksi, namun dapat menjadi berbahaya jika disertai komplikasi (Foto:Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak merupakan harta orang tua paling berharga. Tidak heran jika orang tua rela melakukan apa pun demi kesejahteraan dan kesehatan anak. Ketika anak mendadak demam, banyak orang tua yang seketika panik.

Usir jauh rasa panik berlebih. Akan lebih bijak jika Anda mencari tahu penyebab tubuh anak demam dan segera menanganinya dengan baik.

Tubuh dikatakan mengalami demam bila melewati batas suhu tubuh normal 37,5 derajat Celcius. Beberapa gejala lain kadang menyertai demam, yaitu berkeringat, gemetar, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, dehidrasi, dan lemas.

Demam pada anak merupakan reaksi tubuh yang normal saat melawan infeksi. Demam dapat menjadi berbahaya jika disertai komplikasi. Jika Anak Anda berusia 0-6 bulan dengan demam 38 derajat Celcius atau lebih, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk diperiksa. Untuk anak di atas 6 bulan, sebaiknya dibawa ke dokter jika telah menderita demam lebih dari 24 jam.

Ada lima penyebab demam yang umumnya menimpa anak. Apa saja?

1. Infeksi virus

Infeksi virus ditandai dengan pilek dan atau batuk, atau diare tanpa darah. Dalam keadaan seperti ini tidak perlu antibiotika dan tidak perlu cek darah.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri memiliki ciri khas pada hari 1-2 demam tidak terlalu tinggi, tetapi hari ke 3-5 semakin tinggi. Infeksi bakteri biasanya berupa infeksi saluran kencing, tifus, bronkitis, pnemonia, atau infeksi bakteri lainnya. Dalam kondisi ini, segera temui dokter anak untuk mendapatkan penanganan terbaik.

3. Demam berdarah dengue (DBD)

DBD disebabkan oleh virus Dengue. Sejumlah gejala yang dialami penderita yaitu demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak, nyeri otot dan persendian. Ciri lainnya, suhu tubuh anak akan tinggi dalam 1-2 hari pertama, dan turun pada hari ke 3-5. Bila dalam tiga hari demam anak tidak kunjung reda, jangan tunda untuk membawanya ke dokter.

4.  Sakit gigi atau tumbuh gigi

Sakit gigi terasa menyakitkan. Gejala sakit gigi yang menyerang biasanya berupa bengkak di sekitar gigi yang terinfeksi, gigi mengeluarkan aroma tak sedap, pusing, dan demam. Selain sakit gigi, anak juga bisa demam karena giginya sedang tumbuh.

5. Efek samping imunisasi

Demam merupakan respons tubuh yang umum dialami anak setelah mendapat imunisasi dan ini merupakan hal yang wajar. Tidak semua imunisasi menimbulkan efek samping demam. Beberapa imunisasi yang berpotensi menyebabkan demam ialah imunisasi campak dan DPT (dipteri, pertusis, dan tetanus).

Dari lima penyebab demam tersebut, tindakan awal yang harus dilakukan jika anak demam ialah memastikan anak tidak dehidrasi. Beri ia cukup minum air putih, meski tidak sedang haus. Kemudian, kompres dahi anak dengan air biasa atau agak dingin. Pastikan anak tidak kedinginan atau kepanasan, tutupi tubuh dengan selimut secukupnya.

Obat penurun demam seperti paracetamol dianjurkan diberikan kepada anak yang sedang demam. Paracetamol cukup aman dikonsumsi anak dan direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Salah satu obat paracetamol terpercaya ialah Panadol Anak-Anak. Panadol Anak-Anak baik untuk meringankan rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam yang menyertai flu, dan demam sesudah vaksinasi.



Panadol Anak-Anak dalam bentuk sirup terbagi untuk empat kategori usia, yakni usia 0-1 tahun, 1-6 tahun, dan di atas usia 6 tahun. Ada juga Panadol Anak-Anak dalam bentuk tablet kunyah rasa cherry untuk usia 2-12 tahun.

Karena demam bisa menyerang sewaktu-waktu, sediakan selalu Panadol Anak-Anak di rumah Anda. Cari tahu lebih dalam mengenai Panadol Anak-Anak di sini.


(ROS)