Mendikbud Resmikan Gerakan Makanan Sehat untuk Anak Sekolah Dasar

   •    Kamis, 20 Aug 2015 11:29 WIB
mendikbudgizi
Mendikbud Resmikan Gerakan Makanan Sehat untuk Anak Sekolah Dasar
Menteri Anies Baswedan. (Foto:Antara/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan Nusantara terkait edukasi asupan gizi untuk ketiga kalinya kembali digelar hari ini, Kamis (20/8/2015) di SD Negeri 11 Utara Kebayoran Lama, Jakarta. Kegiatan yang digagas oleh kali ini mengkampanyekan pentingnya asupan gizi sehat untuk anak sekolah dengan dimulai membuka kantin sehat di sekolah-sekolah.

"Dari hasil survei KAP (Knowledge, Attitude & Practice), masih banyak anak-anak yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman gizi dasar. Dengan itu, kami mengedukasi melalui jajanan sehat serta penerapan pola hidup aktif," kata Sri Megawati, Human Resources Frisian Flag Indonesia.

Anies Baswedan, Menteri Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan Republik Indonesia yang ikut meresmikan acara tersebut juga mengungkapkan bahwa, membentuk pemikiran bagaimana pentingnya nutrisi bagi anak sangat diperlukan saat ini.

"Masih ada problem sarapan di beberapa titik di Indonesia bahkan sampai 40 persen anak-anak masuk sekolah itu tidak sarapan," ungkap Anies.

Makanan yang sehat dan asupan yang bergizi itu menjadi penting supaya generasi muda bisa belajar lebih produktif dan efektif. Anies menuturkan bahwa, ia sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat pada persolaan ini.

"Saya justru sangat mendorong dan apresiasi dengan gerakan semacam ini, makanya saya datang karena saya melihat ini penting," lanjutnya.

Bahkan, ia sudah mencanangkan program khusus untuk mengatasi persoalan tersebut. "Mulai tahun depan memang kita akan programkan persoalan semacam ini, agar tidak ada lagi siswa yang melewatkan sarapan dan memakan jajanan yang tidak sehat," imbuhnya.

Edukasi gizi dari Gerakan Nusantara meliputi jajanan sehat, program minum susu bersama, serta renovasi dan pembangunnan kantin sehat. Rangkaian kegiatan tahunan ini direncanakan akan menjangkau lebih dari 250 ribu siswa dari 500 SD yang tersebar di Indonesia. (Sumarni)


(LOV)