Hasil Studi: Penyakit Gusi Dapat Berkembang Menjadi Gangguan Jantung

Nia Deviyana    •    Kamis, 25 Aug 2016 12:37 WIB
kesehatan gigi dan mulut
Hasil Studi: Penyakit Gusi Dapat Berkembang Menjadi Gangguan Jantung
(Foto: braintreedentistry)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah laporan dari Belanda memperlihatkan kemungkinan berkembangnya penyakit gusi menjadi penyakit jantung.

Dalam sebuah studi terhadap lebih dari 60 ribu pasien gigi, ditemukan bahwa mereka yang memiliki penyakit gusi dua kali lebih berisiko mengalami serangan jantung, stroke, dan nyeri dada yang parah.

Pada studi sebelumnya, peneliti menemukan hubungan antara periodontitis dengan penyumbatan arteri. Namun, baru kali ini peneliti menggunakan sampel penelitian dalam jumlah besar.

Di Academic Centre for Dentistry, sekolah gigi terbesar di Belanda, peneliti mengkaji catatan medis dari 60.174 pasien usia 35 tahun ke atas. Mereka mencari korelasi antara periodontitis dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik seperti angina, serangan jantung, dan stroke.

Peneliti menemukan, sekitar 4 persen pasien dengan periodontitis memiliki penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tak mengidap periodontis. Bahkan ketika peneliti memasukan faktor lain yang menjadi penyebab penyakit jantung--seperti hipertensi, diabetes, dan merokok-- pasien penyakit peridontal masih memiliki kemungkinan sebanyak 59 persen untuk menderita penyakit jantung.

Periodontitis merupakan tahap lanjutan dari penyakit gusi yang parah, menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi, serta lubang yang memungkinkan terjadinya infeksi.

Peneliti mengklaim, lubang tersebut menjadi jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam peredaran darah, dan berkembang menjadi penyakit jantung. Namun, hal ini tentunya juga berhubungan dengan respons imun.

Penyakit jantung menjadi pembunuh terbesar di AS, demikian catatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Setiap tahun, lebih dari 600 ribu orang meninggal karena penyakit jantung.

Dr Frank Scannapieco, ketua Departemen Biologi Oral di University at Buffalo di New York yakin bahwa korelasi antara periodontitis dengan penyakit jantung lebih kuat dibanding faktor umum seperti hipertensi.


Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan mulut. (Reuters)


(DEV)