Dua Tipe Migrain, Mana yang Sering Anda Alami?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Jul 2018 13:00 WIB
migrain
Dua Tipe Migrain, Mana yang Sering Anda Alami?
Gangguan migrain umum juga disertai dengan mual, kebingungan, penglihatan kabur, perubahan suasana hati, atau kelelahan. (Foto: Grace Madeline/Unsplash.com)

Jakarta: Sakit kepala sebelah atau migrain kerap kali mengganggu produktivitas. Migrain sendiri terdiri dari dua jenis. 

"Gejala migrain yang paling umum adalah sakit kepala parah baik di satu sisi kepala di belakang mata atau di seluruh kepala. Migrain diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan rasa sakit dan frekuensinya," kata Dr Suresh Kumar, konsultan ahli saraf dari Rumah Sakit Fortis Malar, India. 

Migrain terbagi menjadi dua, yaitu migrain umum dan migrain klasik. Migrain umum, juga disebut migrain tanpa aura, adalah sakit kepala sebelah dengan gejala nyeri kepala sedang sampai berat yang terjadi tanpa peringatan.

Gangguan ini bisa juga disertai dengan mual, kebingungan, penglihatan kabur, perubahan suasana hati, kelelahan, dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya, suara, atau bau. Serangan biasanya berlangsung 4-72 jam dan berulang beberapa kali setahun hingga beberapa kali seminggu.


(Migrain terbagi menjadi dua, yaitu migrain umum dan migrain klasik. Migrain umum, juga disebut migrain tanpa aura, adalah sakit kepala sebelah dengan gejala nyeri kepala sedang sampai berat yang terjadi tanpa peringatan. Foto: hermes Rivera/Unsplash.com)

(Baca juga: Migrain, Salah Satu Gejala Awal Multiple Sclerosis)

Sementara, migrain klasik muncul dengan memicu gangguan penglihatan yang tiba-tiba gelap atau kabur. Gangguan ini dapat terjadi sekitar 10 hingga 60 menit sebelum sakit kepala yang sebenarnya dan biasanya berlangsung tidak lebih dari satu jam.

Terkadang gangguan aura ini muncul tanpa sakit kepala lama. Mual, kehilangan nafsu makan, dan kepekaan yang meningkat terhadap cahaya, suara, atau suara adalah gejala awal sakit kepala ini. 

Untuk mengurangi rasa sakit, sebaiknya penderita menjauhkan diri dari pemicu migrain. Pemicu yang paling umum adalah serbuk sari, rasa lapar, aroma parfum yang kuat, makanan yang digoreng, cokelat, dan lain-lain. 

Namun, untuk beberapa orang, migrain telah menjadi masalah kronik di mana pengobatan dan terapi diperlukan. 




(TIN)