Rutin Sauna Turunkan Risiko Stroke

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 12 May 2018 15:11 WIB
stroke
Rutin Sauna Turunkan Risiko Stroke
Rutin Sauna Turunkan Risiko Stroke (Foto: gettyimages)

Jakarta: Sauna memiliki banyak manfaat, terutama setelah berolahraga. Sebuah studi baru menemukan keuntungan lain dari rutin sauna, yaitu menurunkan risiko stroke.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology tersebut menemukan bahwa mereka yang terbiasa sauna empat hingga tujuh kali per minggu 60 persen lebih kecil mengalami stroke dibandingkan mereka yang memakai sauna seminggu sekali.

"Penelitian ini menarik karena aktivitas yang digunakan untuk bersantai dan hiburan lagi ternyata memberi efek pada kesehatan pembuluh darah," kata peneliti Dr. Setor K. Kunutsor dari University of Bristol.

Ia menyimpulkan, mandi sauna adalah kegiatan yang aman bagi kebanyakan orang sehat dan bahkan orang-orang dengan masalah jantung yang stabil.

Penelitian observasional selama 15 tahun tersebut melibatkan 1.628 peserta dengan usia rata-rata 63 tahun dan tidak ada riwayat stroke. Mereka mengisi kuesioner selama periode penelitian, memberikan informasi tentang sejumlah indikator kesehatan, termasuk aktivitas fisik dan penggunaan alkohol; kolesterol dan tekanan darah mereka diukur pada awal penelitian.

Sebanyak 155 orang mengalami stroke setelah penelitian, dan ketika frekuensi penggunaan sauna mereka dipertimbangkan, para peserta yang melaporkan melakukan sauna empat hingga tujuh kali seminggu 60 persen lebih kecil untuk mengalami stroke.

Para peneliti menemukan hasil yang sama bahkan ketika memperhitungkan faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap risiko stroke, termasuk aktivitas fisik, merokok dan diabetes.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mandi sauna dapat dikaitkan dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi, demensia dan kematian akibat penyakit kardiovaskular, tetapi ini adalah studi pertama tentang penggunaan sauna dan risiko stroke," kata Kunutsor dalam sebuah pernyataan.

"Sauna tampaknya memiliki efek menurunkan tekanan darah, yang dapat mendasari efek menguntungkan pada risiko stroke."

Tetapi, seperti kebanyakan temuan penelitian yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, ada beberapa keberatan. Pertama, Kunutsor menekankan bahwa karena ini adalah penelitian observasional, hubungan antara sauna dan menurunkan risiko stroke adalah hubungan dan tidak dapat diasumsikan sebagai situasi sebab-akibat.

Kedua, temuan tersebut didasarkan pada sauna tradisional Finlandia dan karena itu tidak dapat diterapkan untuk jenis terapi panas lainnya, seperti paparan panas inframerah, ruang uap atau bak air panas.

Terakhir, karena penelitian dilakukan di Finlandia, dimana mandi sauna sangat umum, tidak ada  peserta yang tidak menggunakan sauna sama sekali sebagai perbandingan.

Tentu saja, tak semua orang bisa sauna. Orang-orang yang baru mengalami serangan jantung, orang tua dengan tekanan darah rendah dan siapa pun dengan nyeri dada atau angina yang tidak stabil harus berhati-hati dan berbicara dengan dokter mereka sebelum melakukan aktivitas tersebut.

 


(ELG)