Manfaat Bisa Memasak untuk Kesehatan Jangka Panjang

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 19 Apr 2018 17:17 WIB
studi kesehatan
Manfaat Bisa Memasak untuk Kesehatan Jangka Panjang
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian yang dilakukan perusahaan teknologi Elsevier meemukan bahwa kemampuan memasak dan menyiapkan makanan berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. 

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Nutrition Education and Behavior tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memasak yang dikembangkan sejak usia muda dewasa akan memberik efek jangka panjang. 

"Dampak dari kemampuan memasak di awal kehidupan mungkin tidak terlihat sampai nanti di masa dewasa ketika individu memiliki lebih banyak kesempatan dan tanggung jawab untuk mempersiapkan makanan," kata peneliti Jennifer Utter, dilansir dari The Health Site.

Studi tersebut menggunakan sampel populasi yang berlangsung selama 10 tahun untuk melihat hubungan antara kemampuan memasak dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi. 

Para partisipan diminta melaporkan kemampuan memasak pada periode 2002-2003, pada saat mereka berusia antara 18-23 tahun. Data tersebut dikumpulkan pada 2015-2016 untuk melihat keterkaitannya dengan kesehatan ketika peserta berusia 30 hingga 35 tahun.

Beberapa pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan keterampilan memasak, seberapa sering menyiapkan masakan sehat seperti sayuran, seberapa sering makan bersama keluarga, dan seberapa sering makan di restoran cepat saji. 

Sebagian partisipan merasa kemampuan masak mereka memadai saat usia 18-23 tahun, dengan sekitar seperempat dari orang dewasa merasa kemampuan mereka di atas rata-rata. Tidak ada perbedaan dalam keterampilan memasak yang dirasakan oleh jenis kelamin, ras atau etnis, pencapaian pendidikan, atau usia.

Kecukupan keterampilan memasak dianggap dapat memprediksi beberapa indikator hasil gizi di masa dewasa nanti, seperti peluang yang lebih besar untuk menyiapkan makanan yang lebih bergizi dan lebih sedikit mengonsumsi makanan cepat saji. 

Peneliti menemukan bahwa mereka yang cukup pintar memasak dan memiliki keluarga lebih sering makan bersama dan lebih jarang mengkonsumsi makanan cepat saji.

"Peluang untuk mengembangkan keterampilan memasak saat remaja dapat menghasilkan manfaat jangka panjang untuk kesehatan gizi," kata Utter.

Lihat video:




(DEV)