Paparan Sinar Matahari Pagi Kurangi Risiko Kanker Usus

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 19 Jun 2018 11:00 WIB
studi kesehatan
Paparan Sinar Matahari Pagi Kurangi Risiko Kanker Usus
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sinar matahari pagi banyak memberikan manfaat terhadap tubuh. Selain untuk memperkuat tulang, salah satu sumber utama Vitamin D ini membantu mencegah kanker usus.

Peneliti utama Marjorie McCullough mengatakan, sinar matahari mendorong produksi vitamin D. Dari hasil penelitianya, ditemukan bahwa orang memiliki tingkat vitamin D yang cukup memiliki risiko 22 persen lebih rendah terkena kanker usus besar.

"Bahkan risiko terus berkurang seiring bertambahnya kadar vitamin D dalam tubuh," kata direktur penelitian epidemiologi senior untuk American Cancer Society itu saat dikutip dari WebMD.

McCullough menyebutkan, kemungkinan berkurangnya risiko mengidap kanker usus sekitar 19 persen pada wanita. Sedangkan pria, kemungkinan menurunnya risiko mengidap kanker usus sebesar 7 persen.

"Itu muncul di sebagian besar rentang yang kami amati, hubungan itu linear," kata McCullough.

McCullough menjelaskan, sebelumnya Akademi Kedokteran Nasional AS mengeluarkan pernyataan bahwa manfaat vitamin D meredam potensi kanker usus besar dianggap belum bisa dijadikan rekomendasi. Sebab, pedoman yang dikeluarkan pada 2011 itu menyebutkan belum cukup bukti untuk disarankan kepada masyarakat.

Untuk menjernihkan ini, McCullough dan rekan-rekannya menganalisa data dari 17 studi yang berbeda yang melibatkan 5.706 orang dengan kanker usus besar dan 7.107 peserta sehat dari Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Para peneliti bahkan menganalisis kembali sampel darah dari sepertiga dari peserta.

Dari hasil pemantauan, disimpulkan bahwa vitamin D benar-benar memberikan perlindungan terhadap kanker usus besar, terutama bagi wanita.

Meskipun begitu, McCullough menekankan bahwa sinar matahari terbaik antara pukul 7 hingga 10 pagi. Setelahnya, sinar matahari tidak baik untuk kulit.

"Kita juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan seperti susu, sereal dan jus jeruk, dan dari ikan berlemak seperti salmon, tuna, ikan trout dan ikan todak," kata McCullough.

McCullough mengimbau pentingnya mengonsumsi vitamin D sesuai takaran. Sebab, kelebihan dosis vitamin D bisa menjadi racun bagi tubuh.





(DEV)