Migrain, Salah Satu Gejala Awal Multiple Sclerosis

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 18 Jul 2018 17:18 WIB
studi kesehatan
Migrain, Salah Satu Gejala Awal Multiple Sclerosis
(Foto: Health)

Jakarta: Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang sulit dideteksi. Namun sebuah penelitian menemukan bahwa MS bisa didiagnosis minimal lima tahun lebih dulu jika penderita melakukan pengobatan terkait gangguan sistem saraf seperti masalah tidur atau nyeri. 

MS mencakup masalah pada sistem kekebalan tubuh yang menyerang bahan myelin sehingga mengganggu komunikasi antara otak dan bagian lain dari tubuh, yang mengarah ke masalah penglihatan, kelemahan otot, kesulitan dengan keseimbangan dan koordinasi, dan kognitif kerusakan. 

Myelin adalah lemak yang memungkinkan transmisi cepat sinyal listrik dalam tubuh. 

"Adanya 'peringatan' seperti itu sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson, tetapi sedikit yang menghubungkannya dengan MS," tukas pemimpin peneliti Helen Tremlett dari Divisi Neurologi di University of British Columbia, Kanada.

Penelitian yang diterbitkan dalam Multiple Sclerosis Journal tersebut memeriksa catatan kesehatan 14.000 orang dengan MS dan membandingkannya dengan catatan kesehatan 67.000 orang tanpa penyakit tersebut. 

Fibromyalgia, suatu kondisi yang melibatkan nyeri muskuloskeletal yang meluas, ditemukan berisiko tiga kali pada orang yang kemudian didiagnosis dengan MS dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Sementara, sindrom iritasi usus hampir dua kali lebih sering pada orang yang terkena gangguan tersebut. Sakit kepala migrain dan gangguan suasana hati atau kecemasan, yang termasuk depresi, kecemasan dan gangguan bipolar, juga ditemukan lebih mungkin terjadi pada kelompok tersebut. 

Lebih lanjut, tingkat yang lebih tinggi dari penyakit ini juga berhubungan dengan penggunaan obat yang lebih tinggi untuk gangguan muskuloskeletal, gangguan sistem saraf, dan gangguan saluran genito-urinary, bersama dengan antidepresan dan antibiotik.





(DEV)