Manfaat Lain dari Kayu Manis untuk Tubuh Anda

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 30 Jul 2018 16:01 WIB
kesehatan
Manfaat Lain dari Kayu Manis untuk Tubuh Anda
"Para ilmuwan menemukan bahwa senyawa dalam kayu manis memengaruhi metabolisme," kata Jun Wu, pemimpin penelitian saat dikuti dari Medicalnowstoday. (Foto: Monika Grabkowska/Unsplash.com)

Jakarta: Tidak ada salahnya mencampurkan kayu manis ke dalam cemilan yang Anda buat. Sebab, salah satu rempah-rempah ini ternyata dapat membakar lemak.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Michigan (UM) Life Sciences Institute (LSI) di Ann Arbor, alasan kenapa kayu manis dapat membakar lemak karena kandungan organik cinnamaldehyde. Senyawa organik tersebut dianggap dapat memengaruhi metabolisme. 

"Para ilmuwan menemukan bahwa senyawa ini memengaruhi metabolisme," kata Jun Wu, pemimpin penelitian saat dikuti dari Medicalnowstoday.

Asisten profesor peneliti di LSI dan asisten profesor fisiologi molekuler dan integratif di UM itu menjelaskan, penelitian sebelumnya pada tikus sudah menunjukkan bahwa cinnamaldehyde membantu melawan obesitas dan hiperglikemia. Hal itulah yang membuat Wu dan tim ingin mengetahui manfaat kandungan tersebut terhadap tubuh manusia.

(Baca juga: Kayu Manis Bermanfaat untuk Kesehatan)


(Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Michigan (UM) Life Sciences Institute (LSI) di Ann Arbor, alasan kenapa kayu manis dapat membakar lemak karena kandungan organik cinnamaldehyde. Senyawa organik tersebut dianggap dapat memengaruhi metabolisme. Foto: Osha Key/Unsplash.com)

"Kami ingin mencari tahu bagaimana-jalur apa yang mungkin dilibatkan, apa yang terlihat pada tikus, dan apa yang tampak seperti di sel manusia," ungkap dia.

Untuk melakukan ini, para peneliti melakukan percobaan pada sel-sel lemak (adiposit) pada tikus dan manusia lalu mempelajari apa yang terjadi. Hasilnya cinnamaldehyde memiliki efek langsung pada sel-sel lemak. 

Efek yang dimaksud berupa thermogenesis, yaitu senyawa membuat adiposit mulai membakar lemak yang telah mereka simpan. Adiposit yang menyimpan lipid kemudian dapat dibakar untuk energi. 

Kemudian, sel-sel berevolusi untuk membantu tubuh kita menggunakan sumber daya energi secara efektif pada saat sumber daya tersebut mulai terbatas, seperti melalui musim dingin atau kelaparan.

"Baru belakangan ini bahwa surplus (kelebihan) energi telah menjadi masalah. Sepanjang evolusi, sebaliknya, kekurangan energi menjadi masalah. Jadi setiap proses yang memakan energi biasanya mematikan saat tubuh tidak membutuhkannya," Wu menjelaskan.

Dengan efek tersebut, Wu mengungkapkan bahwa Kayu manis mungkin lebih baik daripada obat-obatan. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut agar penggunaan kayu manis untuk membakar lemak tidak menimbulkan efek samping.





(TIN)