WHO: Ibu Segera Beri ASI Maksimal 1 Jam Setelah Melahirkan

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 31 Jul 2018 17:16 WIB
air susu ibu
WHO: Ibu Segera Beri ASI Maksimal 1 Jam Setelah Melahirkan
Ibu sangat disarankan untuk segera beri ASI anaknya setelah satu jam kelahiran. (Foto: Julie Johnson/Unsplash.com)

Jakarta: Ibu sangat disarankan untuk segera beri ASI anaknya setelah satu jam kelahiran. Sebab, tindakan tersebut disebut meminimalkan risiko kematian dan memberikan manfaat kesehatan bagi bayi.

Menurut World Health Organisation (WHO), menunggu hingga dua jam dapat meningkatkan kemungkinan bayi sekarat di hari ketiga (jika tak dapat ASI). "Risiko akan meningkat jika bayi belum disusui lebih lebih dari satu hari," sebut laman Dailymail.

Para ahli mengatakan menyusui sedini mungkin meningkatkan sistem kekebalan bayi dan mengurangi peluang mereka mengembangkan infeksi yang mengancam jiwa.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh WHO dan UNICEF, diperkirakan tiga dari lima bayi tidak disusui dalam satu jam pertama. Peneliti mengkaji, sejumlah penelitian menemukan bahwa bayi-bayi ini memiliki peluang kematian yang jauh lebih tinggi dalam 28 hari pertama kehidupan.

(Baca juga: Cara Mudah Melancarkan Produksi ASI)


(Para ahli mengatakan menyusui sedini mungkin meningkatkan sistem kekebalan bayi dan mengurangi peluang mereka mengembangkan infeksi yang mengancam jiwa. Foto: Tim Bish/Unsplash.com)

Meski harus dilakukan namun menyusui anak sedini mungki paska melahirkan merupakan hal yang sulit. Oleh karenanya, ibu perlu dukungan dan bimbingan untuk mulai melakukannya dengan sukses.

"Menyusui memberi anak-anak kemungkinan awal terbaik dalam hidup. Kami harus segera meningkatkan dukungan untuk ibu, baik itu dari anggota keluarga, pekerja perawatan kesehatan, pengusaha dan pemerintah, sehingga mereka dapat memberi anak-anak mereka awal yang layak mereka dapatkan," ucap Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus saat dikutip dari laman yang sama.

Sementara itu, Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan persoalan menyusui khususnya paska melahirkan merupakan hal yang krusial. Menurutnya di banyak negara hal ini menjadi masalah hidup atau mati.

"Namun setiap tahun, jutaan bayi yang baru lahir kehilangan manfaat dari menyusui dini dan alasannya terlalu sering adalah hal-hal yang dapat kita ubah (koreksi)," kata Fore.

Selain kematian, memberikan ASI bayi dalam satu jam sejak lahir telah terbukti mengurangi risiko mengidap obesitas. Menyusui juga bermanfaat untuk kesehatan sang ibu, mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium, serta diabetes tipe 2.




(TIN)