Obesitas, Efek Tak Sarapan Jangka Panjang

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 31 Jul 2018 15:12 WIB
kesehatan
Obesitas, Efek Tak Sarapan Jangka Panjang
Tak hanya makan berlebihan, kebiasaan tak sarapan dalam jangka panjang ternyata dapat memicu kelebihan berat badan hingga obesitas. (Foto: Dan Gold/Unsplash.com)

Jakarta: Tak hanya makan berlebihan, kebiasaan tak sarapan dalam jangka panjang ternyata dapat memicu kelebihan berat badan hingga obesitas. 

"Tidak sarapan bisa membuat obesitas karena rasa lapar yang mundur," ujar dr. Ulul Albab, SpOG dalam peluncuran kampanye Energen 'Sarapan Bernutrisi Agar Perut Terisi Siap Konsentrasi', Selasa 31 Juli 2018. 

Ketika tak sarapan, umumnya jam makan akan menjadi mundur. Ia memberi contoh, orang akan makan pagi yang biasanya digantung dengan makan siang (brunch) di mana menjelang sore, rasa lapar pun muncul lagi dan dimasukkan dalam kategori makan siang.


(Obesitas karena tak sarapan juga dipicu karena perlambatan dalam pengosongan lambung padahal makanan terus masuk. Foto: Ali Inay/Unsplash.com)

(Baca juga: Bagaimana Pola Sarapan Anak Indonesia?)

Dengan demikian, jadwal makan malam pun ikut mundur di mana saat malam hari menjelang tidur, perut masih diisi makanan berat.

"Bahkan, dampak ini membuat porsi makan siang dan makan malam lebih besar," tambahnya. 

Obesitas karena tak sarapan juga dipicu karena perlambatan dalam pengosongan lambung padahal makanan terus masuk. Akibatnya, makanan semakin menumpuk dalam organ tersebut. 

Sarapan sendiri disarankan memenuhi 25 persen dari total kebutuhan nutrisi dalam tubuh yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. 





(TIN)