Kekurangan Vitamin D saat Hamil Berpotensi Sebabkan Autisme pada Janin

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 22 Mar 2018 14:11 WIB
studi kesehatan
Kekurangan Vitamin D saat Hamil Berpotensi Sebabkan Autisme pada Janin
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian yang menggunakan tikus menemukan bahwa anak yang lahir dari ibu yang kekurangan vitamin D saat hamil berisiko mengalami gangguan spektrum autisme.

Autisme adalah gangguan perkembangan seumur hidup dengan berbagai tingkat keparahan yang berdampak pada bagaimana individu tersebut berinteraksi dan berkomunikasi.

Beberapa studi menemukan bahwa asupan vitamin D yang lebih rendah selama masa kehamilan berhubungan dengan peningkatan risiko autisme pada anak-anak.

Namun, mekanisme biologis yang mendukung hubungan ini tetap tidak jelas.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Endocrinology tersebut, tikus dengan defisiensi vitamin D selama kehamilan dan menyusui menghasilkan keturunan yang menunjukkan perubahan perilaku sosial di masa dewasa.

Perbedaan dalam perilaku sosial adalah ciri dari berbagai kondisi manusia, termasuk autisme.

Menurut para peneliti, temuan tersebut memberikan bukti lebih lanjut tentang pentingnya asupan vitamin D ibu selama kehamilan dan untuk perkembangan otak keturunan.

"Penelitian kami memperkuat bukti bahwa asupan Vitamin D pada awal kehidupan memengaruhi perkembangan otak dan dapat berdampak pada bagaimana fungsi otak di kemudian hari," kata Caitlin Wyrwoll, Asisten Profesor di University of Western Australia, dilansir dari The Health Site.

Para peneliti memeriksa perubahan dalam penanda fungsi otak dan perilaku sosial tikus dewasa yang memiliki induk kekurangan vitamin D selama kehamilan dan menyusui.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus dengan ibu yang kekurangan vitamin D menunjukkan perilaku sosial yang tidak normal, perubahan kimia otak, gangguan belajar, dan ingatan dan menunjukkan perubahan perilaku sosial di masa dewasa.

"Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah asosiasi ini juga berlaku untuk manusia," kata Wyrwoll.


Lihat video:





(DEV)